Bab 11

519 Words

Beberapa tahun kemudian... "astaga, putri kita sangat lucu Earnest," ucap Jasmine mengendong tubuh Camilla, bayi mungi kecil yang baru lahir. "sangat cantik, sepertimu Jasmine," imbuh Earnest. Jasmine yang begitu nyaman di dalam dekapan ibunya, kulit putih mulus, dengan jemari kecilnya, membuat siapa saja pasti ingin menciumnya jika bertemu. "Earnest, kita harus mengunjungi Inzel dan Gilbert! sepertinya sudah lama kita tidak bertemu mereka berdua." kata Jasmine menatap Earnest yang seketika terkejut. tak dapat di pungkiri, nama Inzel selalu saja membuat jantung Earnest bergetar bila mendengar namanya. Inzel memundurkan langkah kaki dan duduk di sofa. "aku belum memiliki cukup keberanian untuk bertemu mantan istriku Jasmine." kata Earnest murung. "Earnest sudahlah, kau harus bisa me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD