Suasana di luar sangat cerah dengan suhu yang tidak panas ataupun tidak terlalu dingin, langit pun bewarna biru muda sungguh sangat indah untuk dipandang. Gilbert mengajaknya untuk menaiki kereta gantung namun hanya terisi oleh dirinya dan Inzel. Sangat terlihat bagaimana indahnya melewati di atas lautan dan hutan-hutan yang terjulang melekat dari alam. Tubuh Inzel bergetar, tangannya menempel erat pada kaca transparan di depan, "tenanglah Inzel kau aman bersamaku." Ucap Gilbert dengan menumpuk kembali punggung tangannya. "Maaf tuan." "Gilbert,namaku Gilbert, jangan memanggilku tuan." "Maaf Gilbert, namun kita tidak seharusnya berada disini berdua," kata Inzel. Pria itu membalikan tubuh Inzel dengan pelan, dirapatkan tubuhnya menempel pada Inzel, "lalu apa kau fikir aku menidurimu i

