Terngiang-ngiang

1277 Words

Keduanya terdiam sejenak, hingga ponsel Adrian berdering. “Kau dimana?” Tanya Arsen dari seberang telfon. “Harusnya aku yang tanya, kau dimana?” “Aku sudah sampai di tempat yang sesuai dengan lokasi yang kau kirimkan” “Oh, kau sudah sampai?” Adrian beranjak dan bergegas keluar. Benar saja, Arsen sudah ada diluar. “Wah... Ini sih sudah tidak bisa dikatakan sebagai ‘pacar kontrak’ lagi” Canda Arsen menggoda. “Apa hubungan kalian mengalami peningkatan. Sudah tidak hubungan kontrak misalnya” “Jangan asal bicara. Semuanya masih sama” Pungkas Adrian menghampiri Arsen. “Lalu hal apa yang terjadi sampai aku harus menjemput tuan Adrian ini, dirumah karyawannya? Di pagi hari pula” “Ini karena salahmu. Semalam aku menelfonmu, dan kau dengan telinga tulimu itu tidak bisa mendengar panggilanku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD