Chapter 45

1220 Words

Konsep lamaran yang Aksa ranjang sejak dua minggu yang lalu harus punah karena mulut cantik mamanya. Sekarang, ia tengah memutar otak bagaimana cara melamar Zahra di apartemen ini dan jujur ia kehabisan ide. Alhasil Aksa lebih memilih mengungkapkan keinginannya tanpa adanya bunga-bunga, makan romantis atau musik. Di sini, di apartemen ini, Aksa tengah menggenggam jemari Zahra dan menatap kekasihnya itu serius. Ia berharap tak adanya kesan romantis tak membuat Zahra menolaknya. Setelah melafalkan do'a dalam hatinya, Aksa menatap mata Zahra fokus dan serius. "Aku tahu pasti akan ada banyak pertanyaan dalam kepala kamu buat aku, aku tahu akan ada banyak hal yang ingin kamu ungkapin ke aku. Tapi semua itu akan aku jawab nanti." Ucapnya, "Sekarang aku hanya ingin mendengar satu jawaban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD