BRAAAKKK! "AKSA!!" Aksa terdiam. Ia mendadak membeku dan bulu kuduknya langsung merinding. Tak hanya Aksa, Zahra pun juga begitu. Ia yang geraknya tengah dikukung oleh Aksa seketika merinding. Ia mencoba mengintip dari celah wajah Aksa yang ada di depannya. Zahra semakin merinding saat melihat Nia tengah berdiri dengan wajah merah padam penuh emosi. "Ma...ma Nia.." ucap Zahra berbisik. Aksa memejamkan matanya takut. Sebentar lagi ia yakin akan ada perang besar-besaran. Nia yang dukuasai emosi langsung berjalan mendekati sang anak dan tanpa ampun, Nia langsung menarik telinga anaknya dan menjauhkan Aksa dari Zahra. Merasakan sakit di telinganya, Aksa langsung mengaduh dan merengek, sedangkan Zahra langsung meringis melihat Aksa yang kesakitan. "Kamu bener-bener ya..!" teriak Nia

