Chapter 21

1449 Words

Aksa melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. sekitar satu jam yang lalu ia mendapatkan kabar jika bunda Kiara kecelakaan dan masuk rumah sakit. sedangkan mereka masih di perkemahan. meminjam mobil salah satu anggota tim medis, Aksa langsung meminta izin untuk membawa Zahra pulang lebih dulu. walaupun sulit, ia tak peduli. untuk sementara ketua tim medis di serahkan pada Aprif. Aksa melihat ke sebelah kirinya. di sana ada Zahra yang masih menangis sesegukan. "Sabar Ra, bentar lagi kita sampai di rumah sakit.." Ucap Aksa mencoba menenangkan. Suara klakson tak pernah berhenti. ia menekan sesering mungkin dan berteriak darurat pada pengguna jalan yang lain. "Bundaa.." isak Zahra yang semakin membuat Aksa panik. Aksa memasuki area rumah sakit, ia langsung mencari parkiran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD