Aksa kembali berbalik menghadap ke kiri, bahkan belum cukup setengah menit ia menghadap kiri, sekarang ia kembali merubah posisinya menjadi ke kanan. sama dengan kondisi Aksa, Zahra pun juga begitu. ia juga tak bisa tidur. penyebabnya sama, yaitu ciuman yang mereka lakukan tadi di kamar. Zahra mengipas wajahnya yang terasa panas, padahal saat itu AC di kamarnya sudah dalam suhu yang cukup berhasil membuat tubuh dingin. "Ih kenapa sih nggak bisa tidur. tidur dong Ra.." Zahra bermonolog sendiri. iya sampai kebingungan sendiri mengatur dirinya. detak jantung yang tak beraturan, suhu tubuh yang mendadak panas dan mata yang tak kunjung mau terpejam. Padahal saat pulang tadi matanya sudah sangat redup. tapi berkat ulah Aksa, bahkan untuk memejamkan mata saja ia tak bisa. efek di dirinya su

