"Ampun. Maaf Rendi, gue minta maaf.. Gue...gghhhmmm.." Amira sudah kewalahan. Ia sudah keluar beberapa kali dan bawahnya sudah sangat basah. Namun Rendi belum juga mau menghentikan alat yang ia pasang di kemaluan Amira. Kamera masih setia merekam Amira. Bahkan sudah hampir satu jam. Namun Rendi tetap ingin melanjutkannya. "Maaf? Tak ada kata maaf untuk ini. Gue nggak tahu apa masalah lo dengan Zahra, tapi lo harus terima ganjarannya.." AAAgggghhhhh.... Lagi-lagi Amira keluar karena Rendi mempercepat pergerakan alatnya. Amira sudah terlihat seperti p*****r-p*****r yang haus b******a. Lagi, Rendi merekcoki Amira dengan obat perangsang dan untuk kesekian kalinya Amira merasakan ransangan hebat di tubuhnya. "Ampuuunn.." teriak Amira penuh gairah. Sekali lagi, Rendi hanya tersenyum lic

