"Aawww..." rintih Zahra saat ia terbangun dan mendapati kepalanya begitu sakit. Zahra membuka mata secara perlahan. Tempat yang asing dan suasana yang asing langsung terlihat begitu saja. Sebuah kamar yang belum selesai di buat. Terlihat dari dinding kamar yang belum di semen bersih. Ditambah lagi bagian atap yang belum di beri triplek atau bisa dikatakan hanya genteng biasa. "Ini dimana?" tanyanya yang mulai kebingungan. Zahra mencoba duduk namun ia merasa kesusahan. Tangannya tak bisa digerakkan dan kedua kakinya juga seperti ditahan. Zahra mencoba lebih keras menyadarkan dirinya namun ia terkejut bukan main saat mendapati tubuhnya tak tertutup satu benang pun. "Ya Tuhan.. Ini..." Dengan cepat Zahra mencoba melepaskan ikatan pada tangannya, namun sulit. Kepanikan Zahra semakin heb

