Nayna berjalan memasuki rumahnya dengan senyum mengembang di bibir ranumnya, sedari tadi dia bernyanyi tiada henti seakan hari ini dia sangat bahagia. Tentu saja dia bahagia, untuk pertama kalinya dia melihat Zio adiknya dekat dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Velove.
"Yen mung gawe laraku, pamer bojo galak neng ngarepkuuu, cidro-." Nyanyian lagu cendol dawet keluar dari mulut wanita cantik itu.
"Nay?" Panggil Nata membuat Nayna berhenti bernyanyi.
Wanita itu tersenyum kearah Nata, Nayna menghampiri daddynya.
"Eh daddy, daddy udah pulang?" Tanya Nayna kepada daddynya.
"Iya kepala daddy agak pusing gitu," jelas Nata diangguki Nayna.
"Perlu obat dad? Atau mau jahe anget? " tanya Nayna menawarkan.
Nata memicingkan matanya mendengar Nayna menawarkan jahe hangat kepadanya. Sejak kapan putrinya tumbuh dewasa hingga bisa membuat jahe anget segala.
"Memangnya kamu bisa buat kok nawarin daddy?" tanya Nata membuat Nayna menggaruk hidungnya.
Nayna hanya menyengir kuda, "Nanti Nayna kan manggil mommy biar mommy yang buatin jahe angetnya," kekeh Nayna membuat Nata ikut tersenyum.
Adem sekali hati dan perasaan Nata melihat keluarganya lengkap. Kadang rumah utama sangat sepi hanya ada dia, Sisil, dan Zio. Sedangkan keluarga Viona dan Racka tinggal di samping rumah mereka.
"Kamu lagi bahagia ya?" Selidik Nata.
Mata Nayna langsung bersinar kembali saat diingatkan akan point kemenangannya. Nayna melipat tangannya ke depan d**a.
"Hihihi iya dad, Nay dapet satu senjata yang bisa buat Zio kalah kalau debat sama Nayna," jawab Nay bahagia.
Flasback On ...
"Loh Zio kamu ngapain dibsini ?" Tanya Nay berpura pura kaget, meskipun itu hanya sandiwara Nayna.
"Kak Nay ??" Pekiknya kaget, menatap Nayna dengan tatapan horornya.
Matilah dia!
"Ah jangan-jangan kaliaannnnn ????" Tunjuk Nay pada mereka berdua hingga Vee tergagap saking gugupnya.
"Aish kak Nay udah sana pulang ganggu aja nih," gerutu Zio membuat Nay tertawa puas dalam hati.
"Oke kakak akan pulang, kamu hutang penjelasan kepada kakakmu Dirgazio," kata Nay mengedipkan matanya sebelum kembali masuk ke dalam rumah untuk berpamitan pada Nadia, Dinand, dan Dinka.
"Bye bye adik dan adik ipar," ucap Nay sambil mengedipkan matanya pada Zio.
Flashback off...
"Nay .. Naynaa ????" Panggil Nata berkali-kali namun6 tak digubris oleh Nay yang masih tersenyum dalam lamunannya.
"Ih anak ini," kesal Nata mencubit pipi Nay hingga Nayna mengaduh kesakitan.
"Aw, iishhh daddy kenapa jahat banget sih!" cibir Nay mengerucutkan bibirnya kesal menatap daddynya
"Habisnya kamu daddy panggil nggak nyahut," jawab Nata tidak mau kalah.
"Hehehe maaf ya daddy. Ratu Nayna akan membersihkan diri dulu biar tubuh Ratu tidak bau," pamit Nay disusul dengan cekikikannya membuat Nata menggelengkan kepalanya.
Baru satu langkah wanita itu menaiki tangga rumahnya. Dengan cepat Nayna berlari menuju kamarnya dan mengunci kamarnya dari dalam sebelum Zio akan mengamuk padanya.
"KAKKK NAYYYYYYYYYYY!" teriak Zio yang baru masuk rumah sukses membuat Nata menyemburkan wedang jahe hangatnya yang baru saja diantarkan pelayan rumah mereka.
"Zio, kamu pikir ini hutan ?" Tanya Nata dengan tatapan tajamnya.
Mendengar suara Nata membuat Zio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Zio meringis ketakutan menatap daddynya yang kini mendelik tajam kearahnya.
"Eh daddy, udah pulang ya dad?" Tanya Zio dengan senyum sok manisnya.
Nata mendengus dengan sikap Zio, Nata tau saat ini Zio pasti takut kena semprotnya maka dari itu Zio bertingkah sangat manis.
"Udah deh nggak usah ekting," sindir Nata membuat Zio melebarkan matanya karena ektingnya terbongkar sudah.
"Hehehe, daddy tau aja," cengir Zio
"Oh ya dad, Kak Nay mana?" Tanya Zio
"Di kamarnya " jawab Nata.
Zio langsung menuju kekamar Nay tanpa berpamitan dengan Racka
"Aku jadi pusing, kenapa dua anak itu sungguh menyebalkan. Belum ditambah lagi dua ekor yang masih di luar , ckckck " keluhnya.
Dua ekor yang dimaksud adalah anak-anak Viona dan Racka yang sudah seperti anaknya sendiri.
"Loh kok dua ekor, masa aku samain anak-anak dengan hewan " gumam Nata menepuk dahinya sendiri ˇ▂ˇ
Nayna cekikikan sendiri saat mendengar teriakan Zio di depan kamarnya. Nayna merebahkan tubuhnya di atas ranjang queen sizenya sambil menyalakan lagu dalam earphonenya.
"Biarin aja tuh bocah teriak-teriak kayak tarzan sampe mulutnya kutuan , hihihi emang rambut," kikik Nayna terlarut dalam melodi indah yang kini dia dengarkan.
*
Perang mata dingin terjadi dalam acara makan malam keluarga Corlyn, siapa lagi kalau bukan Nayna dan Zio. Nayna dengan santainya makan sosis bakar itu dengan sensual seakan seakan sosis itu sangat nikmat untuknya.
"Hemmm enak," gumam Nay membuat yang lain menatap Nay tak percaya.
Kapan Nayna pernah bersikap seperti tidak makan sosis tahun-tahunan??? Beda lagi dengan Zio, dia hanya berdecak sebal dengan sikap kakaknya.
"Nay apa di California tidak ada sosis bakar mayones?" Tanya Varo membuat Nay tersedak dan melotot menatap Varo.
Kebetulan kini semua orang sedang makan bersama di rumah utama seperti sebelumnya.
"Hah ?Ada kok,banyak malah," jawab Nay malu membuat Zio tertawa.
Mereka yang melihat tingkah kedua saudara itu hanya menggelengkan kepalanya,
"Kak Nay aneh ya," komentar Valeri polos. Nayna yang mendengar itu langsung menatap tajam Valeri membuat Vale meringis minta ampun.
*
Hari ini adalah ulang tahun Diana Anggraini sahabat Nayna semasa SMA, mereka berlima bersahabat baik. Mereka adalah Nay, Diana, Maudi, Eka dan Chika. Rencananya Diana akan mengadakan party pukul delapan malam ini.
Nayna sudah siap dengan gaunnya berwarna putih di atas lutut, kesan seksi dan dewasa semakin bertambah dengan desain gaun itu tanpa lengan memakai resleting di pinggir kiri gaun itu.
"Sepertinya sudah oke, em kurang apa lagi ya?" Ucap Nay menimang-nimang penampilannya di depan kaca.
"Stiletto ini mungkin m?" Jawab Sisil yang masuk membawa shoes dengan hak tingginya sekitar 10 cm berwarna putih dengan sedikit sentuhan hitam mengerupai garis.
"Ah iya mom, makasih yaaa," Nayna memeluk Sisil erat.
Setelah mengecek kembali penampilannya, Nayna berjalan kelantai bawah untuk berpamitan dengan orang tuanya.
"Loh kamu mau kemana?" Tanya Sisil membuat Nayna menyerngit bingung. Bukannya mommynya sudah tau kalau Nayna akan pergi ke acara ulang tahun Diana?
"Ke birthday Diana mom," jawab Nay
"Bukan kamu, adik kamu itu loh," tunjuk Sisil di belakang Nayna.
Nay menoleh, dia mendapati Zio berpakaian rapi dengan kemeja yang sudah dikancing pada pergelangan tangannya, ditambah gelang jam berwarna hitam, celana joger pants dan juga sepatu conversnya.
Nayna menatap Zio dengan pandangan menelisik.
"Kamu mau apel ya Dek ?" Tanya Nay sambil mengendus parfum Zio.
"Apel? Apel siapa ?" Tanya Sisil penasaran.
"Apel keponakan kalian sendiri, hahahaha," jawab Nayna berlari menuju mobilnya meninggalkan Zio dan orang tua mereka yang masih dipenuhi tanda tanya.