Sudah terlepas dari malam dan pagi tadi Persia memuaskan nafsu yang menurutnya tidak tahu aturan itu sekarang Persia di hadapkan dengan tingkah Robert yang tidak ingin lepas darinya. Sejak lima belas menit tadi Robert terus membuntuti langkah Persia dari kamar hingga dapur, maksud untuk membuat makanan kesukaan pun gagal karena Tangan Robert terus menjerat pinggang dan juga meremas d**a Persia. "Ih," Persia menoleh dan kali ini ia mengarahkan ujung mata pisau tepat di wajah Robert. "Bisa diem nggak? Tetep di situ atau aku congkel mata kamu yang seksi itu!" Robert menautkan alis. Ia tidak bisa membalas ucapan bahasa Indonesia itu meski Robert paham dengan kalimat yang Persia ucapkan. "Nah gitu dong penurut! Kan jadi lebih enak, nggak bikin aku eneg!" kali ini Persia t

