Sweet Sinner | 11.1

2261 Words

Manhattan, New York. Amerika serikat      Selama kurang dari sepuluh jam keceriaan di wajah Robert sudah terlanjur hilang. Koridor rumah sakit yang ia lewati seolah tidak menemukan ujung meski Robert berlari sekuat tenaga, ruangan yang dimaksud perawat tadi berada paling ujung. Ruangan khusus untuk menangani pasien dalam keadaan kritis. Tempat di mana Evelyn dirawat dan tentu bayangan tentang beberapa alat medis dan bantu pernapasan di tubuh Evelyn sudah terbayang di benak Robert.      Tanpa peduli apapun sekarang Robert terus mencari di mana ibunya mendapat perawatan intensif dan setelah berjalan maupun berlari mengelilingi lantai enam, Robert melihat Ellen melambai. Dengan perasaan gusar Robert tahu bagaimana pikiran Ellen saat itu.      "Rob," seketika Ellen meraih tubuh saudaranya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD