23

1211 Words

Katria sudah berdiri tepat di depan pintu rumah Alvan sekarang. Ingin mengetuk pintu, tapi takut jika memang Alvan yang akan membukanya. Apakah Alvan akan merasa kaget saat melihat keberadaannya? Pada akhirnya Katria memilih untuk mengetuk pintu. Sembari menunggu, dia menggigit kukunya, dia berdiri sendiri sekarang karena Katria memang meminta Raga untuk pulang terlebih dahulu. Ada banyak hal yang ingin Katria sampaikan kepada Alvan, mungkin bukan cuma sebatas untuk meminta maaf. Entahlah, Katria akan melihat situasinya terlebih dahulu. Katria kaget saat pintu terbuka dan memang Alvan yang membukakan pintu untuknya. “Alvan!” pekiknya karena kaget. Alvan ingin sekali tertawa saat ini karena ekspresi Katria benar-benar kocak, namun niat itu diurungkan karena terlalu penasaran akan kehad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD