“Seandainya dia tak mengatakan bahwa aku hanya sebatas kagum padanya.Mungkin aku tak berada di sini sekarang. Tapi dia menyandarkankuBahwa hatiku hanya untuk kamu seorangBerterima kasih lah kepada diaKarenanya aku sadar bahwa alurnya akan berbedajika tokoh utamanya bukan kamu.” ***** Katria mengetuk pintu rumah Alvan, setelah menunggu beberapa saat pintu itu pun di buka. Alvan memandang Katria dengan kernyitan di dahinya, gadis itu masih memakai seragam sekolah, apa Katria belum pulang kerumahnya? Katria langsung menghambur dalam pelukan Alvan, Alvan yang kaget mendapat pelukan dari Katria hanya berdiri mematung. Alvan merasakan bahwa Katria sedang menangis, dia menangkup pipi Katria. "Kam

