Bab 107. Rahasia Yang Disimpan Tuan Pangestu 3

1317 Words

# Luna mendekati Arga. "Maura bilang kalau kau ada bersamanya saat aku meneleponnya kemarin," ucap Luna. Arga mengangguk. "Aku harus bersamanya bukan? Hanya itu yang aku tahu. Entah diakui atau tidak oleh putraku sendiri, aku harus bersamanya dan Max," balas Arga. Luna sebenarnya sedikit merasa bersalah juga pada Arga karena selama bertahun-tahun dia ikut menyembunyikan tentang kenyataan kalau Max sebenarnya adalah anak Arga meskipun itu sebenarnya atas permintaan Maura juga. "Kau tidak apa-apa?" tanya Luna. Meski Arga selalu menunjukkan senyum namun dia bisa melihat dengan jelas kegelisahan, rasa takut kehilangan dan kesedihan di balik tatapan Arga. Dia mendekat dan memeluk Arga sejenak, sekedar memberi kekuatan pada orang yang sudah dia anggap lebih seperti seorang Kakak itu. "Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD