Beberapa jam kemudian, Adit beranjak dari kursi santainya. Ia berjalan menuju ke dalam rumah. Tiba -tiba bel rumah berbunyi. Ia tidak merasa berjanji dengan siapapun hari ini, ia pun membukakan pintu rumahnya sendiri. "Biar saya saja bi... Bibi urusin yang lain aja... " ucap Adit. Ia melangkahkan kakinya dan membuka pintu rumahnya. Terlihat disana sosok pria tinggi yang ia kenal. Ya, Dion ada dirumahnya sekarang. "Mau apa anda menginjakkan kaki di rumah saya! " "Loh.. Ini.. Bukannya Gladis disini, jadi ini.. " "Ini rumah saya... Ada apa anda kemari?!!" Dion tercekat, ia tak tau bahwa rumah ini adalah milik Aditya. Kemarin Gladis tidak memberitahunya, hanya memintanya untuk diantarkan kemari. Ia tidak menyangka bahwa sekarang ia berhadapan lagi dengan Aditya yang ia sekar

