BAB 22

1283 Words

Sepuluh hari setelah kejadian itu berlalu. Gladis mulai pulih dari kesehatannya. Ia mulai bisa beraktifitas seperti biasanya. Sudah seminggu pula Adit memperlakukannya dengan baik, rasa cinta di hati Gladis semakin besar terhadap Adit. "Makasih ya Dit.. Kamu udah baik sama aku...udah lebih dari seminggu ini juga kamu selalu menemaniku... " "Udah kewajibanku kan... " ucap Adit sambil mengelus pipi Gladis. Gladis memegang tangan Adit. Ia merasakan Adit memang berbeda. Ia merasakan seolah Adit sudah membuka hatinya untuk dia. Perhatian yang ia dapat, perlakuan manis yang ia rasakan semuanya berbeda dari biasanya. Adit tersenyum kepada Gladis. Gladis mencium bibir Adit dengan lembut. "Terima kasih Adit... Aku benar -benar mencintaimu... " ucap Gladis. Adit hanya bisa terseny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD