Beberapa menit berlalu, tangan kanan Adit telah tiba di apartemen itu, ia membawa baju yang baru ia beli untuk Gladis. "Ini tuan pesanannya... " ucapnya. "Bagus, terima kasih banyak bantuannya... Sekarang kamu boleh pergi... " ucap Adit. "Baik tuan... Saya permisi... " Adit menganggukan kepalanya, ia seraya mengetuk pintu kamar mandi Gladis dan memberitahukan bahwa pakaian untuknya ada di ranjang. Gladis pun mengiyakannya. Beberapa detik kemudian, ia keluar, jalannya agak tertatih, Adit tidak tega melihatnya seperti ini. "Masih sakit?" tanya Adit. Gladis hanya menganggukan kepalanya pelan, sungguh keterlaluan tingkah konyol Dion kali ini. Gladis segera memakai pakaiannya dan setelah itu barulah mereka pergi kerumah sakit untuk memvisum luka yang ada di tubuh Gladis.

