Yasmin pulang malam hari, setelah menemani ayden bertemu dengan teman-temannya disore hari.
Drrt... Drrt...
✉From : Kak Ayden
Jelek, udah sampe rumah ?
Semenjak kejadian sore itu, sikap ayden berubah padanya. Berubah dalam hal yang baik.
*****FLASHBACK ON*****
Didalam mobil, yasmin sibuk dengan ponselnya. Hingga berulang kali ayden menyindirnya.
"Chat sama siapa sih yas ? Kayaknya sibuk banget." sindir ayden sambil tetap memperhatikan jalan.
"Chat temen kak."
"Temen siapa ? Cewek apa cowok ?" tanya ayden menuntut dengan nada ketus.
"Cewek kak." Jawab yasmin sambil memasukan ponselnya ke dalam tas.
"Kita mau kemana kak ?" tanya yasmin untuk mencairkan suasana.
"Ketemu temen lama."
"Oh.." kata yasmin. Dia selalu terbesit pemikiran jika semua gadis yang dikencani oleh ayden akan diperlakukan seperti ini juga, atau mungkin lebih baik dari ini. Mungkin juga lebih buruk.
Sesampainya di mall, ayden dan yasmin berjalan dengan canggung efek kejadian sebelumnya saat dirumah, bukan lebih tepatnya kejadian di ranjang kamar ayden.
"Siapa tuh, tumben amat ngajakin cewek kalo kumpul ?" goda salah satu teman ayden.
"Calon.." jawab ayden enteng dengan raut wajah datar, tapi sukses membuat tangan yasmin mendadak dingin dan tremor.
'Emang sebelumnya nggak pernah ngajak cewek apa ? Atau semuanya diginiin kali ya ?' batin yasmin.
Setelah mengobrol disalah satu cafe, teman-teman ayden memutuskan untuk melanjutkan kegiatan kumpul mereka di tempat karaoke. Didalam ruangan yasmin yang memang tidak mengenal siapapun, hanya duduk diam mematung disebelah ayden. Tiba-tiba ayden meminta mic dan menyanyikan sebuah lagu, tapi anehnya sikap ayden justru membuat yasmin semakin takut berharap. Dia menggenggam tangan yasmin erat, lalu diletakkan diatas pahanya.
Jujur saja, yasmin yang diperlakukan seperti itu jadi menaruh harapan yg tinggi akan hubungan ini. Ditambah dengan tatapan hangat yang diberikan ayden kepadanya. Hanya saja dia tetap saja takut pada kenyataan bahwa ayden hanya menganggapnya 'Friends with Benefit’ saja.
Yasmin tidak ingin ayden meninggalkannya hanya karena dia terbawa perasaannya sendiri dan menuntut hubungan yang lebih serius. Padahal dia tau kemana arah hubungan mereka ini. Tidak, yasmin tidak ingin meninggalkannya karena perasaannya itu. Lebih baik mereka menjalani hubungan ini, asalkan masih bisa selalu bersama.
Tunggu...
Kenapa tiba – tiba yasmin takut kehilangan ayden ?
Apa ini terjadi karena ayden menjadi pria pertama bagi yasmin ?
Hati yasmin rasanya seperti diremas mengingat hal itu.
“Kamu nggak papa ?” tanya ayden yang sudah menyelesaikan lagunya tadi. Membuyarkan lamunan yasmin.
“A-aku baik – baik aja, cuma agak perih disitu.” Pandangan mata yasmin mengarah kearah pahanya, dan ayden memahami maksudnya.
Setelah selesai menemani ayden, yasmin langsung buru – buru berpamitan untuk pulang. Karena memang acara karaoke mereka sampai malam hari. Ayden mengantarkan yasmin ke depan rumah. Saat sedang berjalan dengan posisi yasmin didepan, tiba – tiba ayden memeluknya dari belakang dan merasakan ciuman ringan di puncak kepalanya.
“Makasih buat hari ini, yas.” Kata ayden sambil mengusap lembut pipi yasmin menggunakan jarinya.
*****FLASHBACK OFF*****
Hubungan yasmin dan ayden tidak ada kemajuan atau kemunduran selama seminggu ini, mungkin jalan ditempat. Mereka masih saling bertelfon ria dimalam hari, beberapa kali ayden marah setiap kali yasmin yang lupa membalas pesannya karna ketiduran.
Hingga, sore itu yasmin menghubungi ayden mengeluh jika perutnya kram. Dia memang memiliki permasalahan dengan asam lambungnya, jika itu kambuh akan lebih parah daripada tamu bulanan datang.
Tuuut...
"Halo." jawab yasmin.
"Kamu dimana ?" tanya ayden.
"Masih dikampus nih, asam lambung aku kumat kayaknya." jelas yasmin dengan suara lemah tak berdaya, berharap ayden akan menyadari kode yang dia berikan.
"Oh, yaudah." Panggilan telfon langsung dimatikan begitu saja, membuat yasmin bingung. Sebelumnya dia masih melihat ayden di sekitar dekat kantin kampus. Tiba - tiba dia menghilang dan menelfon tanpa dia tau pasti tujuannya.
"Yas, lu nggak pulang ?" tanya dhania sambil sibuk mengetik pesan diponselnya.
"Duluan aja kalo mau pulang, perut gua sakit banget." jawab yasmin sambil duduk membungkuk menahan sakit diperutnya.
"Yaudah pulang dulu ya."
"Iya." yasmin memperhatikan wajah dhania dengan gelagat yang aneh saat akan berpamitan, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Pulang yuk." ajak ardina sambil mencoba membantu yasmin berdiri.
"Kerumah lu dulu aja deh, gua mau rebahan soalnya gak yakin sakit gini mau nyetir." penjelasan yasmin itu diangguki ardina. Kebetulan memang rumah ardina adalah yang paling dekat dengan kampus, yasmin sering datang untuk istirahat tidur siang sampai numpang mandi saat mendapat kelas di jam pagi.
Sore hingga malam itu, ayden menghilang tanpa kabar. Entah sedang main game seperti biasanya atau sedang tidur. Yasmin yang masih dalam mode rebahan dirumah ardina hingga malam hari memutuskan untuk mencari makan bersama.
Drrt... Drrt...
✉From : Kak Ayden
Jelek, sorry banget ketiduran..
Kamu lagi dimana ?
Yasmin yang sedang makan terlihat bersemangat mendapat kabar dari ayden. Dengan cepat dia membalasnya.
"Obat mujarabnya cuma makan sama si kakak kelas yang itu aja ya." sindir ardina sambil terus makan dengan lahapnya.
"Hehehe.... jangan gitu dong." wajah yasmin terlihat malu ketahuan oleh ardina membalas pesan sambil senyum – senyum khas orang kasmaran.
**********
Kelas pagi ini membuat yasmin kesal, susah payah dia berangkat terburu-buru tanpa mandi bermodalkan sikat gigi dan cuci muka ditambah sedikit makeup tipis. Tapi ternyata kelasnya kosong. Akhirnya dia dan teman-temannya memutuskan untuk makan, lalu kerumah ardina untuk kelas mereka selanjutnya di jam sore.
Saat dirumah ardina, semua sibuk dengan ponselnya saling membalas pesan dari gebetan mereka masing - masing. Tapi tidak dengan yasmin, hanya dia yang sibuk dengan game di ponselnya. Memang dijam - jam ini ayden jarang mengirim pesan. Biasanya karena dia memang belum bangun.
"Nanti malem dateng yuk ke acara seni ini yuk. Lumayan cuci mata." kata jessy dengan wajah berbinar. Karna memang dialah yang paling bersemangat dengan acara mahasiswa dikampus mereka, menurutnya itu akan memudahkan dia mendapatkan gebetan.
"Dimana emang ?" tanya yasmin masih sibuk main game.
"Di deket gedung art, nih liat dulu" kata jessy sambil menunjukkan pengumuman acara di ponselnya.
"Malem ya ? Nggak ikut gua, mana boleh keluar malem." ungkap paulina dengan nada sedih, karna memang dia sangat dibatasi oleh orang tuanya dengan jam malam diumur mereka sekarang.
"Yaudah yuk dateng aja." ajak dhania yg juga semangat seperti jessy.
"Liat nanti deh." kata yasmin cuek.
"Ikutan aja yuk." ajak ardina.
Selesai kuliah mereka memutuskan untuk datang ke acara seni itu. Jessy, dhania, ardina, yasmin, dan tabita saja yang akhirnya memutuskan ikut. Sedangkan yang lainnya sudah pulang.
Sebenarnya yasmin berharap bisa bertemu dengan ayden, karna memang itu adalah acara yang dibuat oleh jurusan ayden. Sudah seminggu ini mereka tidak bertemu, yasmin sedikit memendam rindu padanya. Karna jadwal kuliah ayden yang sudah sedikit dan sedang mengerjakan skripsinya berbanding terbalik dengan jam kuliah yasmin yang sangat padat.
Yasmin berjalan-jalan bersama tabita dan ardina, sedangkan yang lain sudah berpencar ke tempat lain.
"Yas, kenalin nih temen aku namanya agatha." kata bita saat sampai di sekumpulan orang.
"Yasmin."
"Agatha." mereka berdua berjabat tangan.
"Sini bentar deh bit, itu bukannya gebetan ayden ?" tanya yasmin sambil berbisik.
"Emang, sesama gebetan harus akur yas."
"Sialan lu bit..." omel yasmin masih sambil terus berbisik.
"Kalian ngobrol dulu aja, gua kesana bentar." pamit bita.
Dalam suasana penuh kecanggungan itu, mereka berdua masih saling diam. Yasmin sebenarnya menyimpan banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada agatha tapi dia merasa baru saja kenal. Dan tidak sopan rasanya langsung menanyakan hal sepribadi itu.
"Agatha, boleh nanya sesuatu nggak ?" yasmin akhirnya memberanikan diri bertanya, meskipun dia sedikit tidak siap mendengar jawabannya.
"Tanya aja yas."
"Tentang kak ayden nih tha'." kata yasmin ragu-ragu.
"Lu lagi deket sama dia ?" tanya agatha to the point.
"Emm... iya."
"Dia waktu deketin lu dulu gimana tha'?"
"Pernah dikenalin mamanya juga ?" yasmin menanyakan 3 pertanyaan sekaligus.
"Pernah yas." suasana diantara mereka semakin terasa dingin, padahal baru jam 8 malam.
"Kalo kerumahnya juga diajak kekamar ayden ?" yasmin semakin ragu-ragu menanyakannya, tangannya menggenggam tas untuk menguatkan diri.
"Eh.. enggak yas diruang tamu aja."
DEG...
'Kok gua diajak kekamar ya, tapi agatha kok enggak ?' batin yasmin.
"Ohh... sering jalan bareng juga ?"
"Enggak juga yas, cuma sekali aja."
"Gitu ya..." pikiran yasmin sudah melayang kemana-mana. Semakin khawatir jika ayden hanya ingin bersenang - senang saja dengannya, mengingat hubungan mereka yang sedikit merenggang akhir - akhir ini.
"Yas, ada stan makanan jepang disana. Cobain yuk." ajak ardina memecahkan keheningan diantara yasmin dengan agatha.
"G.. gua ke sana dulu ya tha'." pamit yasmin yang langsung diangguki agatha. Senyum mereka berdua benar - benar kaku.
"Din pulang aja yuk, perasaan gua nggak enak nih." ajak yasmin yang moodnya sudah hilang mendengar jawaban gadis cantik berwajah sedikit timur tengah tadi.
"Kenapa sih ?"
"Nggak enak banget din."
"Duduk sini aja deh lu tuh, gua beliin minum." yasmin pasrah saja ketika ardina sudah meninggalkannya.
"Yas, nanti gua boleh nebeng ya." tiba-tiba dhania datang membuyarkan lamunan yasmin.
"Iya dhan, lagian kita sejalan kok. Udah malem juga."
Acara seni itu selesai pukul 11 malam, akhirnya yasmin mengikuti ardina yang ingin berlama – lama disana sampai acara selesai karna mereka berangkat bersama. Pulangnya dia mengantar dhania ke tempat kosnya dan mengantar ardina pulang. Perasaannya masih tidak enak, dijalan pun ayden menelfonnya dengan nada marah karna yasmin pulang larut. Jauh lebih galak bila dibandingkan dengan ayah dan bundanya.
Sesampainya dirumah yasmin menerima pesan.
Drrt... Drrt..
✉From : Dhania
Yas, besok gua mau cerita sesuatu ke lu ya..
Bisa kan selesai kelas ya, gua tunggu..
'Mau curhat sapa lagi nih anak, biasanya juga langsung cerita." batin yasmin.
**********