BAB 5

1513 Words
Sesampainya yasmin dirumah, ayden sudah menghubunginya berulang kali. Dia merasa sikap ayden tidak seharusnya dengan mencium bibirnya secara tiba-tiba. Dengan kondisi mereka sendiri baru saja kenal. Bahkan belum bisa dikatakan sedekat itu. Drrt... Drrt... "Halo iya kak ?" jawab yasmin saat panggilannya sudah tersambung. "Udah sampe rumah ?" tanya ayden. "Udah, barusan aja." "Yauda nanti aku telfon lagi." telfon langsung dimatikan. Sikap ayden yang seperti ini membuat yasmin bertanya - tanya. Rasanya memang seperti memiliki kekasih lagi. Tapi, dia menghempaskan pemikiran itu karna takut salah paham dengan sikap yang diberikan ayden. Selesai mandi, yasmin menerima telfon dari ayden lagi. Mereka bertelfon hingga pukul 5 pagi. Semuanya dibahas hingga sangat mendetail. Rasanya sangat nyaman ketika bisa saling jujur dan terbuka dengan seseorang dan orang itu tidak menyalahkan justru memberikan beberapa nasehat. Mereke berdua benar-benar melakukan quality time untuk saling mengenal selama berjam -jam ditelfon. Hal yang tidak pernah yasmin lakukan sebelumnya saat bersama ario. Yasmin jadi tau jika ayden pernah dikhianati oleh mantan kekasihnya, hubungan mereka pun diawali dengan kebohongan, dan juga bukan rasa sayang ataupun rasa tertarik. Semua itu juga berawal karna kesalahan. Tapi pada akhirnya itu menyakiti mereka berdua. Bahkan ayden menjadi seseorang yang penuh dengan luka dan trauma. Ayden menganggap bahwa semua gadis semuanya sama saja seperti mantan kekasihnya. Semuanya bisa dan mau untuk diajak one night stand. Hingga berulang kali ayden melakukan hubungan “friends with benefit” dengan banyak gadis. Selama 2 tahun ini dia bertahan dengan hubungan seperti itu. Dan hampir semua gadis yang dia dekati atau mendekatinya pasti berakhir diranjang bersamanya dengan hubungan yang tidak jelas. Hanya saling memuaskan menurut ayden. Meskipun pada akhirnya tidak sedikit dari mereka yang terbawa perasaan dan menginginkan hubungan lebih dari saling memuaskan nafsu. Jika ada yang mulai meminta hal itu pada ayden, maka detik itu juga ayden akan menjaga jarak dengan gadis itu. Dan meninggalkan mereka tanpa adanya hubungan baik atau seperti orang yang tidak kenal. Bisa di pastikan juga tidak sedikit yang merasa sakit hati dengan sikap ayden yang sepeti itu. Padahal di awal ayden sudah mengatakan apa tujuan dari hubungan itu. Sedalam itu rasa sakit hati yang ayden terima, hingga dia benar-benar tidak bisa mempercayai seorang gadis lagi. Yasmin mendengar itu merasa iba, dia akhirnya menyadari mengapa ayden selalu bersikap seperti itu. Bahkan ketika yasmin menolak, ayden masih terus berusaha. Selain kisah cinta ayden yang sangat menyedihkan, yasmin juga membagi kisah cintanya dengan mantan kekasihnya yang tak kalah tragis. Hingga ayden menanyakan hal yang sangat pribadi. Dia memaksa yasmin mengakui apa saja yang sudah yasmin lakukan dengan ario selama berpacaran. Entah kenapa yasmin mengakui semuanya, dengan jujur tanpa merasa ayden akan menuduh macam-macam. Karna menurut ayden semua orang pernah melakukan kesalahan. Termasuk dirinya. ***** Baru tidur beberapa jam saja, yasmin sudah menerima panggilan telfon dari ayden. "Halo." suara yasmin khas bangun tidur saat mengangkat telfon ayden. "Yas, nanti sore temenin ya ke bandara." "Hah ? Ngapain ke bandara ?" "Jemput kakak ipar aku, dia baru pulang dinas. Sorenya aku ada janji bareng anak-anak." "Kamu kerumah dari siang aja ya." lanjut ayden. "Nggak janji ya kak, ini masih ngantuk banget." "Yaudah tidur aja dulu, jam 1an aja baru berangkat. Aku tunggu dirumah." setelah mengatakan itu ayden menutup telfonnya. Ini udah jam 9 berarti waktu tidurnya mungkin tidak sampai 1 jam, yasmin mengurungkan niatnya untuk kembali tidur. Dia beranjak dari tempat tidurnya untuk turun ke bawah, ternyata  rumahnya sudah sepi. Yasmin kembali ke atas untuk menonton tv di kamarnya. Saat sedang asik menonton tv, yasmin menerima pesan yg membuatnya tercengang.   ✉From : Kak Ayden Yas, kamu yakin nggak mau tidur sama aku ?   Pesan singkat padat. tapi membuat perut yasmin rasanya ditinju oleh seseorang. Dia heran mengapa ayden masih menanyakan hal itu. Jelas-jelas saat ditelfon dia sudah menolaknya dengan alasan yg sangat kuat.   ✉To : Kak Ayden Masih nanyain lagi kak ? Bukannya itu cuma dilakuin sama orang yg saling cinta ya ? Kita kan nggak saling cinta. Kenal juga baru aja. Aku nggak mau nanti kalo nikah ribet menjelaskan ke suami aku kenapa dia bukan yang pertama, karna hubungan nggak jelas kita.   Yasmin membalas penolakan itu dengan bahasa yang mudah dimengerti serta tegas. Seharusnya ayden memahami penolakan yg diberikan yasmin.   ✉From : Kak Ayden Yaudah, nggak usah dibahas lagi yas.   Hanya itu balasan yang diterima yasmin. Dia mengira bahwa ayden mengerti tentang keputusannya.   Yasmin berangkat ke rumah ayden jam 2 siang. Melewati jam yang sudah ayden katakan. Karna yasmin pun sedikit kesulitan untuk meminta ijin keluar rumah di akhir pekan ini. Di perjalanan ayden menelfon dan mengirimi pesan berulang kali pada yasmin. Yasmin sengaja tidak mengangkat atau membalas. Karna dia tau jika dia membalas atau mengangkat telfon  yang ada ayden akan mengomel dan akan membuatnya semakin terburu-buru. Sesampainya disana, ayden sudah menunggu didepan rumah dengan wajah yang menyeramkan. Yasmin masuk dengan perasaan sedikit ngeri. Didalam rumah ayden sangat ramai, ada kakak bersama kakak iparnya beserta anaknya, dan juga mama papanya yang sedang makan sambil mengobrol. Setelah yasmin berkenalan dan bersalaman dengan keluarga ayden, ayden mengajak yasmin untuk ke kamarnya. "What ?? Disaat ramai seperti ini pun dia masih berani mengajak seorang gadis ke kamarnya ? Ini keluarga gimana sih." batin yasmin sambil menaiki tangga mengikuti ayden ke kamarnya. Dia tidak punya pilihan lain, karna memang keluarganya belum terlalu menerima yasmin yang sedang dekat dengan ayden. Dikamar mereka masih sibuk dengan ponsel masing-masing. Sambil terdengar suara lagu dari  komputernya. "Yas, sibuk banget sih ?" kata ayden sambil menarik ponsel yasmin. Karna yasmin menolak memberikan akhirnya mereka saling tarik-menarik ponsel itu hingga ayden memenangkan ponsel yasmin. Setelah melihat-lihat isi pesan yasmin, ayden menarik yasmin mendekat untuk bersandar didadanya. "Banyak juga ya yang deketin kamu." tangan ayden mengusap rambut yasmin. Entah kenapa ini sangat membuat yasmin nyaman, bahkan dia terlarut dalam sikap manis ayden. Saat yasmin mulai lengah, ayden mengarahkan wajahnya mendekat kearah wajah yasmin. Dia berusaha mencium bibir yasmin lagi. Yasmin sudah mencoba menolak dengan menolehkan wajahnya kesamping, tapi ayden tidak mempedulikan sikap yasmin dengan terus mencoba menciumnya. Tidak hanya bibirnya, ayden berani melanjutkan ciumannya kearah leher yasmin. Semakin merasa tidak nyaman karna tangan ayden sudah berani menyentuh gundukan kenyal milik yasmin dari luar sweater yang dia pakai. Yasmin gigih menolak sentuhan-sentuhan yang ayden berikan. Yasmin sudah mendorong, menendang-nendangkan kakinya, hingga beberapa kali menjambak rambut ayden tapi dia tetap kalah dengan tenaga ayden. Posisi ayden sudah berada diatas yasmin membuatnya semakin kesulitan menghentikan aksi ayden yang dia tau arahnya akan kemana. Ayden membuka ikatan rambut yasmin, saat melihat rambut yasmin tergerai membuat ayden terkesima karna yasmin memang jarang membuka ikatan rambutnya. Dalam diam dia mengamati gadis yang sekarang sedang ada dibawah kungkungannya itu.  Terpesona dengan sisi lain yasmin yang tersembunyi. Tapi itu justru membuat ayden tidak bisa menahan hasrat yang sudah dia pendam pada yasmin. Ayden juga sudah berani memasukan tangannya kedalam sweater yasmin mencari gundukan kenyal yang sedari tadi sudah dia sentuh dari luar. Dia juga sudah mulai menggesek-gesekan miliknya diatas milik yasmin. Hasratnya semakin tidak terkendali karna dia sudah mulai menarik celana jeans yasmin dengan paksa, bahkan dia sudah mulai menciumi puncak p******a yasmin dengan nafas yang memburu. Menandakan dia sudah tidak bisa menahan gairahnya. Berulang kali ayden menarik celana jeans yasmin secara paksa, tapi selalu yasmin tahan menggunakan tangan kirinya agar celana itu tidak terlepas dan tangan kanannya mencoba mendorong d**a ayden agar menjauh dari dadanya. Akhirnya setelah acara saling tari menarik celana jeans yasmin pun terlepas, ayden mencoba membuka paha yasmin tapi tetap yasmin tahan. Bahkan ciuman ayden masih tidak dibalas oleh yasmin. Karna gairah ayden yang sudah memuncak, dia masih dengan sabar menunggu yasmin menyerah dan kehabisan tenaga untuk memberontak. Penantian ayden terbayar karena akhirnya  yasmin benar - benar lelah membuat ayden mengurungkan niatnya untuk bercinta dengannya. Semakin yasmin menolak semakin ayden terus-menerus menyerang disegala sisi. Hingga ayden berhasil memasuki yasmin setelah berulang kali mencoba. Karna memang ini adalah yang pertama untuk yasmin. Setelah ayden berada didalam yasmin, dia melihat wanita bertubuh kecil yang ada dibawahnya itu meneteskan air mata. Dia tidak tau bahwa yasmin merasakan sakit di seluruh ditubuhnya yang sekarang sudah dimiliki ayden sepenuhnya. Sesak di hatinya karna menyerahkan kepada pria yang belum tentu akan menjadi miliknya. Tapi ayden tetap melanjutkan percintaan mereka, memaksa yasmin mengikutinya secara alami, dan memaksa yasmin membalas ciumannya dengan mengigit kecil bibir bawahnya. Hingga sweater yang yasmin pakai sudah melar dibagian lehernya, menampilkan bahu mulus milik yasmin membuat ayden tergoda untuk menciumnya. Kegiatan ranjang yang sungguh panas sudah ayden lakukan bersama yasmin. Membuat kondisi ranjang menjadi berantakan, bukan hanya itu yasmin yang tadinya berangkat ke rumah ayden berpenampilan rapi menjadi berantakan. Dengan kondisi baju yang awalnya tertutup menjadi sedikit seksi karena menampilkan bahu mulusnya. Mereka membersihkan sisa-sisa pergulatan tadi, yasmin melihat darah yg mengalir di sekitar pangkal pahanya dan ada dimilik ayden. "Jadi.... aku benar-benar yg pertama buat kamu ?" tanya ayden sambil tersenyum yg sulit diartikan. “.....” yasmin diam saja berharap tanpa dia jawab, seharusnya ayden mengetahui artinya. Ayden berdiri menuju ke arah yasmin, memeluknya sebentar. Lalu mencium puncak kepalanya. “Makasih.” Semakin penuh dengan pertanyaan yang ada di otak yasmin setelah mendengar kata ayden. ‘Kamu rumit, kak.’ Batin yasmin. ******
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD