"Nona muda..apakah teh ini sesuai selera anda?" tanya Liza.
Greta tersenyum dan mengangguk.
'Teh ini manis dan menyegarkan,aku suka.'
Liza membalas senyuman majikannya. Ia adalah pelayan baru yang dipilih Duke untuk melayani Nona Greta yang dalam tahap penyembuhan. Liza sangat cakap dan tidak pernah menolak bila disuruh. Dia juga ahli meracik teh.
"Nona muda...kabar bahwa anda sudah siuman masih ditutup rapat oleh Tuan Duke. Beliau tidak ingin anda terlalu banyak bertemu orang dan hanya fokus pada kesembuhan anda."
Greta mengangguk. "Iya.Aku.Tahu.Itu."
Liza pandai dalam bahasa isyarat dan langsung mengerti ucapan Greta. Nona muda hanya kesulitan berbicara dan bisa sembuh,jika obatnya sudah ditemukan. Racun yang bersarang di tenggorokannya adalah penyebab kebisuannya.
Saat keduanya asik meminum teh. Sosok gadis berambut kecoklatan gelap datang menghampiri mereka. Wajahnya memiliki ekspresi angkuh dan sombong.
"Oh... Sepupuku Greta rupanya kamu sudah sadar."
Liza berbalik dan melihat ke arah wanita bangsawan itu dengan terkejut. Bagaimana bisa pertahanan Duke dibobol olehnya?
"Nona...bagaimana anda bisa masuk kemari? Tuan Duke melarang siapapun datang kemari..."
Plak!
Sebuah tamparan dilayangkan oleh wanita asing itu ke wajah Liza. Gadis pelayan itu merintis kesakitan. Greta yang melihat hal itu,langsung melangkah dan melindungi Liza dibelakang tubuhnya.
"Nona!" Liza panik melihat majikannya, tapi juga terharu.
Greta menatap mata pihak lain dengan berani. Dia tahu siapa orang ini, sepupunya yang anak raja juga. Putri pertama Mora El William dan anak ketiga Raja. Greta 'dulu' sering dibully dan dipermainkan oleh Mora karena kebisuannya.
Mora jelas terkejut dengan keberanian sepupu yang biasanya penakut itu. Dia melangkah ke depan dengan percaya diri. "Hei bisu! Kamu udah berani yah menatap tuan putri ini sekarang."
"..........."Greta diam dengan posisi masih melindungi Liza.
Mora mendengus jijik melihat pemandangan itu. "Kamu itu cuma orang cacat. Berani-beraninya kamu tidak menghormati ku!"
Mora mengangkat tangannya dan akan menampar wajah Greta. Tapi sebelum tamparan itu mengenai pipi lembut gadis itu, tangan Mora sudah ditahan oleh seseorang.
"Siapa yang—"
"Sejak kapan kediaman Rodriguez bisa dimasukin oleh sembarang tikus. Sepertinya para pelayan kediaman ini sudah berubah tuan rupanya,"ujar Arian yang menggertakkan giginya. Dia beruntung cepat datang dan berhasil melindungi putrinya.
"Pa-Paman..."Mora ketakutan saat dihadapkan dengan mata biru yang dingin itu.
Arian menghempaskan tangan gadis itu dengan jijik. "Mulai detik ini, jangan pernah berani menginjakkan kakimu di wilayahku."
"Akh!!" Mora meringis kesakitan dan melihat tangannya memar. Dia langsung melarikan diri dari tempat itu. Bagi semua orang di istana, Arian adalah orang yang paling dihindari. Dia berbahaya dan mengerikan.
Greta yang melihat kedatangan Arian berjalan mendekatinya. "Ayah."
"Greta! Apakah kamu baik-baik saja,nak? Ada yang luka? Beritahu ayah..."
Greta menggelengkan kepalanya. "Aku.baik-baik.saja.Ayah."
Arian menghembuskan nafas lega. Dia berbalik dan memandang ke arah Liza.
"Kerja bagus."
Liza terkejut dan buru-buru membungkuk. "Ti...Tidak masalah,Tuan."
"Pergi kompres wajahmu dulu. Aku akan menemani Greta sekarang."
"Baik,Tuan." Liza berbalik dan kembali ke arah Mansion
Tangan Greta digenggam dan dia mengikuti arah langkah Ayahnya membawanya. Mereka berjalan ke arah pohon berdaun emas yang tumbuh di taman paling dalam dan banyak bunga-bunga yang mekar.
"Ini taman yang Ayah ingin berikan padamu kemarin."
"Untukku?" Greta bertanya dengan isyarat tangan.
"Iya,untuk Greta tersayang."
Greta menatap terkejut dengan pemberian Duke padanya. Daun itu jelas emas murni yang pastinya sangat langka, tapi diberikan percuma untuknya. Greta merasa arus hangat dan langsung melompat memeluk Arian kuat.
"Sama-sama,Nak." Arian membalas pelukan putrinya itu. Dia masih bisa menggendong Greta yang menurutnya ringan. Keduanya menghabiskan waktu yang lama di taman itu.
___****____
(Istana)
Mora kembali ke istana dengan mata yang sudah merah. Dia menangis sampai ke kamarnya. Sesaat kemudian, ibunya sang ratu datang.
"Ada apa denganmu,Mora? Kamu darimana saja?"
Mora menutupi wajahnya dengan bantal,tapi suaranya masih terdengar. "Istana Duke Rodriguez,Bu."
"APA!?" Ratu berteriak saat mendengar ucapan putrinya. Dia melepaskan bantal dan menggenggam kedua bahu Mora kuat.
"Katakan padaku...apa yang sudah kamu lakukan disana? Kenapa kau datang ke sana? Ibu sudah pernah melarang mu agar tidak menganggu Si Bisu itu,kan? Katakan kau sudah apa disana? Cepat!"
Mora dengan tersedak mengatakan semuanya. "A-Aku datang untuk mengajak main Si Bisu. Tapi pelayannya malah kurang ajar padaku yang tidak suka aku datang. Jadi aku menamparnya dan malah si bisu itu berani melawanku...ah! Aku hampir menamparnya karena marah,dan paman Arian datang menghentikan ku...."Jelas Mora yang terdengar tidak bersalah sedikitpun.
"A...Anak Bodoh!"Umpat sang Ratu marah. Ratu juga langsung menampar wajah putri Mora.
Plak!
"I-Ibu...?" Mora tidak percaya dengan hal yang dilakukan ibunya.
Ratu terlihat mengerikan saat ini. Dia memegang kedua bahu putrinya, "Mulai sekarang kamu dilarang keras menganggu anak itu. Kamu mungkin tidak tahu betapa Arian itu sangat mencintai anaknya. Jika sampai saat itu kau berhasil menamparnya...Aku tidak bisa melindungi dirimu,Mora. Arian itu sangat berbahaya dan bahkan Raja,Ayahmu tidak ingin berurusan dengannya. Kamu paham kan?"
Mora hanya bisa mengangguk saat ini. Dia mulai ketakutan dan bersumpah tidak akan lagi pergi menemui Greta itu.
"I-Ibu...Sebenarnya Kenapa paman sangat mencintainya? Dia putri dan bukankah hanya seorang putra yang bisa menjadi pewaris? Paman bisa menikah lagi dan memiliki putra yang sehat,kenapa malah memilih hidup sendiri?"
Ratu melirik putrinya itu dan berkata,"Duke Arian itu berbeda dengan semua pria. Dia hanya mencintai satu orang saja dan itu adalah janji yang selalu dipegang oleh Almarhum Nenekmu,Ratu terdahulu. Ayahmu saja memegang janji itu. Dimana semua keturunan ratu terdahulu hanya bisa menikahi satu pasangan dalam hidup mereka. Kesetiaan adalah yang utama dan berharga. Alasan Duke mencintai putrinya,ibu tidak tahu. Tapi soal pewaris itu,Ibu bisa katakan bahwa Putrinya, Greta-lah yang akan menjadi Duchess berikutnya. Aku yakin Arian akan sangat sukarela memberikan semua miliknya,hanya untuk putrinya. Bahkan istana musim dingin yang paling mahal dan mewah itu, adalah hadiah ulang tahun Arian untuk putrinya."Ungkap Ratu dengan sedikit rasa iri dihatinya.
"APA!? Istana mewah itu adalah milik Greta?Tidak bisa dipercaya...." Mora tidak menyangka bahwa Duke Arian sangat mencintai gadis itu lebih dari apapun.
"Bahkan...semua hal paling berharga dan langka didunia ini, sepertinya sudah dimiliki oleh Putri Greta."Ratu berkata lagi yang membuat Mora langsung pingsan karena terkejut.
Betapa bucinnya Duke Arian pada Putrinya. Sudah menjadi pengetahuan semua orang di kerajaan bahwa Duke Arian lebih mencintai putrinya daripada apapun di dunia ini. Sayangnya, putri Greta mengalami sebuah kecacatan, yaitu dia bisu dan bodoh. Makanya, walau keluarga Rodriguez terkenal dengan kekayaan dan kekuatan mereka, ada aib juga yang mengikuti yaitu sang Putri Greta.