Don 7

1415 Words
Nayra menuruni anak tangga karna ia akan pergi ke suatu tempat yaitu arena balap. Siapa lagi queen racingnya kalo bukan nayra. Ia mencari keberadaan Bi Ros. Sedangkan di ruang tamu hanya ada Bi Eli dan Bi Icha saja. Lah kemana Bi Ros?. "Bi Eli, Bi Icha, Bi Ros kemana yah. Kok gak ada?" tanya Nayra bingung. "Lah Non Nayra mau kemana?" tanya Bi Eli sambil memasukkan keripik kentang ke dalam mulutnya. "Nayra mau keluar sebentar. Mau izin ke Bi Ros dulu kalo nggak izin abis dah Nay nanti pulang diomelin." "Kayak nggak tau Bi Ros aja. Palingan lagi berduaan sama Pak Agung di taman belakang," tambah Bi Icha. Nayra tepuk jidat kenapa ia bisa lupa bahwa ini jam jam di mana Bi Ros dan Pak Agung ngebucin. Ia segera menuju ke taman belakang dan melihat Bi Ros dan Pak Agung sedang duduk berduaan. "Ros nanti kalo saya lamar mau nggak?" tanya Pak Agung. "Jangankan di lamar langsung kawin aja saya mau," jawab Bi Ros malu malu sambil mendorong Pak Agung hingga tersungkur. Nayra membelalakkan matanya. Langsung kawin? Berarti langsung ke kamar bukan ke KUA. Astagfirullah kenapa gini amat punya ART. Nayra yang melihatnya tertawa pelan. Bi Ros membantu pak Agung berdiri "Maaf pak tadi saya refleks," "Yah gapapa demi cinta mah nggak masalah, ditendang sampai ke antartika juga saya mah ikhlas." "Jangan gitu dong pak kasihan saya nya ditinggal jauh." "Ekkhemm." Suara deheman Nayra membuat Pak Agung dan Bi Ros menoleh dan mendapatkan Nayra yang sedang bersandar di pintu dengan tangan dilipat. "Eh Non nNayraayra ada yang bisa saya antar?" tanya Pak Agung sambil berdiri dari duduknya. "Nggak ada pak, saya kesini mau pamit sama Bi Ros." "Non Nayra mau kemana ini udah malam Non nggak baik anak perawan keluar malam." "Cuman keluar sebentar doang Bi." "Yasudah nggak usah lama." "Iya Bi Ros." "Mau di antar Non," tawar Pak Agung. "Nggak usah pak nayra bawa mobil," balasnya dan mencium punggung tangan Bi Ros dan Pak Agung. "Nayra pergi dulu," pamitnya sedikit berteriak. "Hati hati Non" teriak mereka. "Ekhemm gimana sama acara kita?" tanya Pak Agung. "Acara apa Pak?" Bingung Bi Ros. "Acara lamaran?" "Saya nggak tahu," kata Bi Ros malu malu dan meninggalkan Pak Agung yang melompat kegirangan. Hingga tersungkur ketanah lagi yang kedua kalinya saking senangnya. ¤¤¤¤ Di arena balap tampak sangat ramai karna banyak anak balap maupun anak malam penasaran dengan queen racing. Termasuk kelima remaja dan keempat gadis yang masih menunggu kedatangan queen racing. Ya memang keempat gadis itu memaksa ikut untuk melihat juga siapa queen racing yang sebenarnya. "Lama banget sih, pegel nih berdiri mulu Sisil mah," ngeluh Sisil sambil mengipas ngipas wajahnya dengan tangannya. "Sabar napa, salah sendiri ngapain mau ikut!" sinis Jenni. "Ya kan Sisil juga penasaran!" ucap Sisil. "Bentar lagi Sil," kata Stephani. "Lihat penonton aja udah rame. Bentar lagi nongol queen nya," ujar Kenny. Sambil menunjuk penonton yang mulai ramai. Sedangkan dua orang pria tampak khawatir karna menunggu temannya itu yang tak kunjung datang. "Lo udah telpon belom si?" tanya pria itu kepada temannya. "Dia bilang otewe." "Bentar lagi dimulai nih!" "Lo kayak nggak tau Nayra aja!" "Mentang mentang pulang dari amrik. Kesininya telat!" "Bentar lagi nyampe." Brummm brummm brummm Suara mobil melaju kencang dan berhenti tepat di garis start dan membuat beberapa daun kering bertebangan dan membuat rambut penonton melayang layang eaa. Keluar lah gadis cantik di dalam mobil tersebut dengan topeng yang bertengger manis di hidungnya. Temannya yang melihatnya senang. "Gue tungguin dari tadi lo!" kesal pria yang tadi sangat cemas. "Yaelah belum telat juga Daren!" jawab Nayra sambil memutar bola matanya malas. Kedua pria itu adalah DAREN KAGASOFF dan JASON SILVERSTONE teman Nayra dalam berbagai kasus kejahatan. "Udah lama nggak main nih," bisik Jason ke telinga Nayra. "Tenang nggak lama lagi kita main." "Lo queen racing?" tanya pria yang dibelakang Nayra. Nayra membalikkan badannya dan mengangguk. "Gue king racing senang bertemu anda," ucap king racing sambil menjabat tangan Nayra. Nayra membalas jabatan tangan king. "Senang juga bertemu dengan anda." "Semoga saya tidak dikalahkan oleh seorang wanita. Karna kalo saya kalah saya akan malu berhadapan dengan anda lagi hahah," gurau king racing. "Hahaha semoga begitu." Setelah mengucapkan kata itu mereka berdua masuk ke mobil masing masing dan menyalakan mesin mobilnya. Sedangkan di lain tempat. "Yah sia sia dah Sisil kesini ternyata queen nya pakai topeng," lesuhnya. "Nah sekarang siapa yang bakalan menang queen atau king," timpal Bastian. "King dong!" seru cewek cewek kompak. "Gue yakin nya sih king," tambah Donerald. "Karna king belum pernah ada yang ngalahin," Lanjutnya. "Tapi kita belum tau kemampuan queen bisa aja dia yang menang," sahut Vanya. "Kita lihat," kata Kenny. Di garis start terdapat dua mobil yang sedang menyeru satu sama lain dengan seorang perempuan yang berdiri di antara dua mobil memegang bendera hitam putih dan berjalan berlengga lenggo pakaian kurang bahan, bedaknya tebal, rambut diikat memperlihatkan jenjang lehernya yang membuat p****************g menatapnya lapar. 1 2 3 Bendera hitam putih pun jatuh kedua mobil itu melaju kencang dengan sorakan penonton. Tampak king sedang memimpin jalan dan Nayra yang ketinggalan jauh. Ia sengaja membawa mobilnya pelan karna ingin mengetahui kehebatan king racing. Saat akan belokan dan disanalah garis finish datang. Dengan sekali tancapan gas Nayra membelokkan mobilnya dan memimpin di depan dan melewati garis finish. Sedangkan king mengumpat di dalam mobil. Mereka berdua turun dari mobil. "Wih gila, saya sangat malu karna dikalahkan oleh seorang wanita," ucap King tak percaya. "Terimakasih pujian anda." "Saya permisi semoga bertemu lagi di lain hari." "Kembali." "Yeyyy queen kita menang lagi cuy!" teriak Daren menghampiri Nayra yang bersandar di depan mobilnya dengan tangan dilipat di d**a. "Queen nggak bisa dikalahkan," sombong Jason. Sedangkan kelima cowok dan keempat cewek menatap nya kagum dengan kehebatan queen soalnya queen tadi tertinggal jauh tapi dengan sekali tancapan gas queen menang. "Wah gila gila dugaan kalian salah!" Bastian menggelengkan kepalanya. "Hebat!" puji Reynand dan Donerald. "Seorang pria dikalahkan oleh seorang wanita!" tambah Vanya. "Wah keren tuh Sisil mau dong di ajarin balapan!" antusias Sisil. "Kemampuannya di atas rata rata," ucap Farel. "Kalo tanding sama Don menang mana?" tanya Stephani. "Ya menang Don lah buktinya polisi aja kalah!" sahut Jenni. "Gue penasaran wajahnya," gumam Reynand. "Sama gue juga!" kata Donerald. Sedangkan Nayra tersenyum melihat teman barunya dan teman kembarannya yang mengangumi dirinya. Gue masih bisa berdiri tanpa bantuan dari kalian. jangan harap seorang Donayra akan pulang lagi ke neraka itu. Dan gue bakalan kasih kejutan buat kalian. Permainan dimulai batin Nayra tersenyum penuh kemenangan. Mission begins ¤¤¤¤ Nayra sedang berada di markas bersama Jason dan Daren. Setelah dari arena balap ia langsung ke markas. Markas DARK DEVIL mafia terkejam no.1 didunia dan ditakuti. Bugh Bugh Bugh Nayra bersandar pada pintu penyiksaan dan melihat seorang pria berbadan kekar menyiksa musuhnya itu tanpa ampun dengan balok besar dan beberapa cambuk. "Udah mati kali!" sungut Nayra. Pria bebadan kekar itu menoleh ke arah pintu dan tersenyum. "Nayra kenapa nggak bilang kalo mau kesini?" tanya pria itu dan mencium kening Nayra lembut. Nayra mencium punggung tangan pria itu dan mengecup pipinya sekilas. "Suprise buat abangku tersayang," ucap Nayra dan memeluk abangnya itu. "Abang kotor nih, jangan dipeluk!" kesal pria itu dan melepaskan pelukannya. "Darah semua baju abang mah!" "Abang mandi dulu kamu keruangan abang aja, ada dua kunyuk kan?" Kata pria itu dan diangguki Nayra. Dua kunyuk itu Jason dan Daren. Nayra memasuki ruangan yang bertuliskan MARVELLO FOLINCE yah pria itu adalah Marvel mafia terkejam di dunia dan ditakuti oleh mafia bawahannya. Terkenal kejam dan bringas, memukuli musuhnya tanpa ampun, sangat membenci penghianat. Jika sudah marah ia akan lebih dari iblis dan kembali luluh jika hanya Nayra lah yang menenangkan nya. Nayra duduk di sofa dan disebrangnya terdapat Jason dan Daren yang memainkan game online nya itu. "Mau ikut gue nggak bermain bersama polisi lagi?" tanya Nayra membuat keduanya berbinar dan menoleh ke arah Nayra. "Mau mau!" jawab keduanya. "Kita rampok bank!" Nayra mengedipkan sebelah matanya. "Wah seru nih!" seru Daren. "Apa kamu mau buat ulah lagi?" tanya Marvel yang datang dari luar. "Udah lama kali bang nggak buat ulah!" kata Nayra "Udah lama kamu bilang! Sebelum kamu pulang ke indo kamu buat ulah di washington Nayra!" Marvel sedikit tegas. "Sekali ini aja yah bang," mohon Nayra menyatukan tangannya di depan d**a dengan jurus andalannya puppy eyes. Marvel menghela napasnya panjang. "Ayolah bang," mohon Jason dengan muka melas. "Yasudahlah mau bagaimana lagi!" "Yes!" teriak mereka bertiga girang dan melompat lompat di atas sofa Marvel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga adik angkatnya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD