Don artinya penjahat.
Ada yang pernah nonton film DON yang diperankan Shah Rukh Khan dan cerita ini hampir mirip dengan DON jadi nggak usah heran aku hampir ada yang sama. Karna aku terinspirasi dari film DON dan dibuatlah versi indonesia dengan pemerannya adalah gadis remaja.
~ ~ ~ ~
AMERIKA SERIKAT, WASHINGTON D.C
01.30 MALAM
Suara deru motor ninja bersahutan dengan suara sirene polisi. Tampak seorang pria mengendarai motor ninja dengan kelajuan motor di atas rata rata dan dibelakangnya terdapat tiga mobil polisi yang mengikutinya.
Dor
Beberapa tembakan dari mobil polisi ke pengendara motor ninja di depannya. Namnun nihil tembakan itu tidak pernah kena malahan meleset ke arah sasaran. Tampak seorang pria yang mengendarai motor ninjanya tersenyum senang di balik helm nya karna tembakan polisi tidak mengenainya.
Mobil polisi dan motor ninja tampak aksi kejar kejaran dengan berbagai tikungan, tanjakan tapi tak membuahkan hasil. Hari tampak sangat malam jalanan sudah mulai sepi.
Saat diperempatan tampak sebelah kiri dan kanan mobil polisi datang. Tetapi bagi pria itu adalah sebuah tantangan yang sudah biasa ia dapatkan.
Ia memberhentikan motor ninjanya di pertengahan perempatan seketika saat mobil polisi itu mendekatinya dengan cepat ia memutar arah lawan dan membalikkan motor ninja nya hingga terbang ke atas dan melewati tiga mobil polisi yang mengejarnya tadi dan berhasil lagi meloloskan dirinya.
Sedangkan dari arah kanan dan kiri serta tiga mobil polisi yang mengikutinya tampak saling bertabrakan karna kelajuan mobilnya di atas rata rata.
Sang pengendara motor ninja berhenti tak jauh dari tempat mobil polisi itu bertabrakan dan melepaskan helm nya dan terurai lah rambut panjangnya ternyata ia bukan pria melainkan seorang wanita cantik yang menyamar menjadi pria. Ia tersenyum senang melihat kejahilannya kepada polisi yang sangat memusuhi dirinya itu.
"Sangat mustahil menangkap seorang Don," gumam nya kepada dirinya sendiri dan memasangkan helm nya kembali melajukan motor ninjanya ke villa nya tempat ia tinggal.
¤¤¤¤
Seorang gadis cantik kini sedang bergelung dengan selimutnya di atas kasur queen size nya itu tak menghiraukan sinar matahari yang malu malu masuk lewat celah jendelanya.
Ia merasa kesal saat jam beker kesayangan itu membangunkannya. Dengan malas membuka mata ia meraih jam beker di atas nakas dan melemparkan nya ke sembarangan arah.
Prangg
Jam beker yang ia lemparkan pecah. Dengan malas ia meraih ponselnya yang berada di nakas dan melihat jam yang tertera di ponselnya itu 07.45.
Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi melakukan ritual mandinya. Dan membereskan sedikit barang. Dan mengganti pakaiannya.
Setelah merasa selesai dengan dirinya. Ia segera menuju ke bandara untuk pulang ke negara kelahirannya dan negara di mana keluarganya itu tinggal.
Ia sangat malas sekali untuk pulang ke negara kelahirannya itu sangat malas ketemu dengan keluarganya dan lebih parahnya ia akan bersekolah dengan kembarannya itu.
Setelah check in dan sejenisnya. Sekarang ia berada di dalam pesawat dan memandang keluar jendela sebelum pesawatnya lepas landas. Karna membutuhkan waktu 21 jam 5 menit untuk sampai ke tempat kelahirannya.
"Goodbye amerika welcome to indonesia," ucap nya dan setelah itu pesawat pun lepas landas karna memakan waktu lama ia lebih memilih untuk tidur karna ia menaiki pesawat first class yang lengkap seperti kamar.
¤¤¤¤
Setelah lama perjalanan akhirnya ia sampai di indonesia. Di bandara soekarno-hatta. Ia menyeret kopernya berjalan keluar bandara dan saat sudah di luar ia sudah dijemput oleh sopirnya itu.
"Pak Agung!" teriaknya saat melihat Pak Agung yang bersandar di mobil alphard hitam. Orang yang dipanggil pun menoleh dan tersenyum.
"Non Nayra gimana kabarnya?" tanya Pak Agung sopan.
"Alhamdulillah baik Pak, orang rumah gimana sehat semua kan, Pak Agung juga kan?" tanya nya.
Ia gadis itu adalah DONAYRA MICHELEIN CLOONEY. Dari keluarga CLOONEY.
"Semuanya sehat, semuanya kangen sama Non Nayra."
"Apalagi saya lebih kangennnnnn bangett!"
"Yasudah mari kita pulang Non."
Nayra menaiki mobil dan melihat keluar jendela jalanan kota metropolitan yang sudah lama ia tinggalkan itu. Demi kepentingannya di negara orang. Gadis 16 tahun yang mempunyai konflik bersama keluarganya itu.
Mobil alphard Nayra memasuki perkarangan rumah mewah yang bertuliskan michelle house. Seketika gerbang yang menjulang tinggi terbuka lebar dan tampaklah rumah mewah yang sangat megah.
Nayra membuka pintu rumahnya itu dengan slow motion. Ketika sudah penuh terbuka ia dikejutkan dengan sambutan para pembantu nya itu dan ajudan nya.
"WELCOME MICHELLE HOUSE!!" teriak para pembantunya saat menyambut majikannya. Nayra sangat senang.
"Kembali," ucapnya dan menyalami pembantu yang lebih tua umurnya karna rasa hormat itu masih ada dan hargai yang lebih tua. Nayra tak memandang status apapun.
"Gimana di amerika?" tanya Bi Eli atau ELINA RISTIANA.
"Alhamdulillah sangat menyenangkan sekali," jawab Nayra senang dan merentangkan tangannya seolah olah hidup sangat bebas.
"Daripada berdiri disini mending kita semua makan dulu," kata Bi Ica atau ICHA KASSIMIRA. Dan diangguki yang lain.
"Vino panggil pak Gusti suruh makan bareng, gerbang tutup aja!" titah Nayra kepada ajudan nya. Ajudannya itu mendengus sebal.
"Nayra, Nayra, Nayra nama eyke itu Vina V.I.N.A Vina seanny bukan Vino ngerti!!" mengelilingi tubuh Nayra dengan gaya bancinya itu nama asli nya itu VINO SEANNO.
"Terserah gue dong!" Nayra berlalu meninggalkan ajudannya itu yang mendengus sebal.
"Bi ros gak bikin pudding?" tanya Nayra saat tak melihat pudding buatan Bi Ros yang sangat enak ROSE SAKURA.
"Ada di kulkas, makan yang berat dulu baru yang ringan," seru Bi Ros sambil menuangkan nasi di piring Nayra.
Lah pudding kan berat berarti sama aja dong nggak ada bedanya batin Nayra.
Ajudan Nayra datang bersama Pak Gusti setelah itu mereka makan bersama. Karna Nayra yang menegaskan untuk makan selalu bersama sama. Karna ia tidak suka di anggap terlalu jadi majikan menurutnya semua itu sama dan hanya cara pemberiannya saja beda beda. Awalnya pertama bekerja para pembantu nya itu menolak untuk makan bersama majikan nya karna menurutny sangat tidak pantas. Dan berakhirlah Nayra ngambek gak mau makan dan disitulah semua pembantu makan bersama setiap harinya atas permintaan Nayra. Dan ajudannya juga jarang ada di rumah.