Pembunuhan

2079 Words

Aku kembali ke kamarku. Saat aku masuk aku melihat pak Antok sedang duduk menungguku. Aku menyapanya dan pak Antok tersenyum kepadaku. "Dari mana non Sarah?" "Cuma keluar sebentar pak, bosan sendirian di sini. " Sahut ku "Iya non ... saya mengerti. Wong saya baru beberapa menit disini saja, rasanya sudah bosan sekali. " Ujar pak Antok. Kali ini aku tidak merespon ucapan dari Pak Antok. Melihat kegundahan ku, pak Antok bertanya dan memberikan aku nasihat yang bagus untuk aku dengarkan. " Non, ada apa?" Tapi aku hanya diam. "Nggak semua urusan di muka bumi ini bisa diselesaikan non, dan tidak semua orang diberikan keistimewaan. Walaupun kadang-kadang keistimewaan tersebut menyulitkan hidup kita bahkan mengancam jiwa raga kita sendiri Non .... " "Ada apa pak? kenapa bapak bicara begitu?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD