Tak Ada Waktu Untuk Istirahat

2278 Words

Pukul 17.00 WIB. Ayah memelukku dan memintaku untuk kembali ke kamar. "Istirahatlah, Sarah! " Ucap ayah dengan nada yang sangat lemah. "Tapi aku masih ingin menemani ayah." Sahut ku "Ibumu sudah tenang nak, jadi ayah harap kamu juga bisa lebih tenang." Tangan ayah menyapu matanya yang masih mengeluarkan tetesan bulir-bulir air mata. "Jangan membandel, jangan menjawab perkataan ayah lagi." Aku merunduk dan tidak mengatakan apapun untuk menjaga perasaan ayahku. Ayah berjalan membelakangi ku. "Ayah bukan tidak membutuhkanmu nak tapi ayah takut kehilangan lagi. jadi ayah minta kamu untuk segera istirahat Sarah." Ucap Ayah sembari meninggalkan aku Ayah pergi dengan langkah kakinya yang terseok-seok, melihat ayah begitu air mataku mengalir kembali. Aku ingin mendampingi ayah tapi aku tau kek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD