Detik ini, untuk pertama kalinya. Aku melihat kak Sarah berbicara keras kepada ayah dan menyerang dengan tatapan tajam, seperti melihat seorang tersangka. Bahkan, ia tega meduga dan berbicara hampir penuh kebencian. Bukan tanpa sebab, kak Sarah merasa pembunuhan adalah tindak kejahatan yang sangat menyakitkan dan merugikan orang lain. Selain itu, ia juga sudah merasakan bagaimana perih dan sakitnya menjadi anak, bagian keluarga hasil dari pembunuhan. Pada saat yang bersamaan, ayah kembali menatap putrinya dengan pandangan yang redup dan teduh. 'Ini bukan tatapan seorang pembunuh.' Ucapku di dalam hati dan entah bagaimana kak Sarah rupanya juga kembali merasa percaya kepada ayahnya. 'Tidak! Ayahku sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. Aku yakin.' Kata kak Sarah tanpa suara. Ada ras

