Pertemuan dan Perpisahan

1113 Words

Ibu asuh jatuh tidak sadarkan diri. Ia di tolong oleh beberapa orang. Saat ini, aku hanya dapat melihatnya saja, tanpa mampu berbuat apa-apa. Hanya bulir-bulir air mata yang dapat bergerak dan menetes membasahi pipi. Sementara anggota tubuhku yang lainnya, kaku tanpa bisa digerakkan. "Kaki baik-naik saja?" tanya polisi yang semula meremehkan ucapanku. Aku menengadahkan kepala dan membalas tatapannya, "Bagaimana mungkin?" tanyaku sambil menggigit bibir bawah yang masih bergetar. "Di mana kamu mengenalnya?" tanyanya tampak penasaran. "Dia yang membantuku berdiri, bicara, dan sadar akan kejahatan tante Asih," jawabku semakin menangis. "Ini memang terdengar gila. Aku pun juga merasa seperti itu. Tapi, aku tidak membual, Pak." "Maaf karena ucapan dan cara menatapku tadi yang pasti sudah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD