Bantuan dan Informasi

1303 Words

Matahari mulai muncul, tubuh mungil milik kak Sarah makin tidak terkendali. Air mata itu pun tampak tak terbendung. Namun ketika ia tampak putus asa, sesuatu melesat sangat cepat. Bocah gondrong tanpa pakaian normal seperti manusia, tiba-tiba saja berdiri di sisi tembok. Jarak yang begitu dekat dengan mbah Pecek. Tak menunggu waktu yang lebih, bocah tersebut meletakkan kedua tangan di atas tubuh si ular dan mengeluarkan cahaya berwarna biru muda. Pancaran cahaya tersebut, berhasil mengangkat wajah kak Sarah. Namun kali ini, ia terlihat tidak siap. Sepertinya kak Sarah kaget dan merasa tak percaya pada apa yang ia lihat. Bahkan arah tatapannya hanya kepada si bocah perempuan. Selang lima menit. Urat-urat hitam dalam ukuran besar, keluar dari wajah dan juga tubuh si bocah. Tampak sekali i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD