Hari ini. Ketiga anak Wisnu dan Yoona harus kembali ke Korea. Mereka harus menyelesaikan semua yang seharusnya dilakukan disana.
Mark yang harus bersekolah, Ryn harus yang kuliah, dan David yang harus mengurus perusahaan keluarga disana. Ketiga anak Wisnu sedang berada di dalam perjalanan menuju bandara, mereka tidak hanya bertiga, tetapi dengan kedua orang tua mereka.
"Kamu sudah kasih tahu Jinyoung?"Suara Yoona membuat Ryn mendongak.
Yoona berada dikursi depan dengan Wisnu sedangkan Mark,Ryn dan David berada dikursi tengah.
"Udah"
"Dia gak anter atau datang gitu?"Celetuk Mark.
Ryn menoleh ke samping dimana Mark duduk, dan mengangkat kedua bahunya.
"Kamu bawa masker?"Tanya Mark.
"Bawalah"
David hanya mendengar pembicaraan dua adiknya itu. Sambil memainkan ponselnya David terus mendengar, bukan nguping ya.
"Kamu kuliah tinggal 3 bulan lagi, kan?"Tanya Mark.
Ryn mengangguk, "Iya"
"Kalau sudah selesai kuliah, kamu tetep di Korea atau Indonesia?"Tanya mama dari kursi depan.
"Gak tahu ma"Balas Ryn.
Mark yang mendengar langsung nyeletuk, "Ya Indonesialah mam, kan ikut suaminya nanti"
Ryn memukul lengan Mark kencang membuat Mark meringis dan menatap tajam kakaknya itu. Sedangkan Ryn hanya bersikap biasa seakan tidak melakukan apa - apa.
"Iseng aja kamu Mark"Celetuk David.
Akhirnya David bersuara juga, Mark yang mendengar suara David langsung menatap David.
"Aku kira Kakak bisu"Balas Mark.
Asal kalian tau, mulut Mark lebih pedas dari pada boncabe level 30. Anak itu juga songong, untung saja anggota keluarganya sudah terbiasa dengan mulut Mark. Kalau tidak, mungkin sudah diusir.
"Aw"
Lagi - lagi Mark meringis kali ini Ryn memukul kepala Mark karena gemas. Ryn dan Mark sering sekali bertengkar, berbeda dengan Ryn dan David yang seperti adik - kakak normal pada umumnya. Jarang sekali bertengkar.
"Mulutmu!, aku jahit mau?"Tanya Ryn. Mark hanya menjulurkan lidahnya, sudah biasa ketika dua manusia itu bertengkar seperti tom and jerry.
"Kalian ini selalu saja bertengkar"Sahut papanya dari kursi depan.
Mark dan Ryn kembali terdiam ketika mendengar suara Wisnu.
"Dia nih Dad. Emang mulutnya harus dijait, biar gak asal ngoceh"Adu Ryn.
"Mulut aku emang udah kaya gini"Balas Mark tidak mau kalah dari Ryn.
David menaruh ponselnya dan menatap kedua adiknya dengan gemas. Karena suara bising membuat dirinya tidak fokus terhadap pekerjaan. David sering sekali membaca file - file di ponsel maupun laptop.
"Anak siapa si kamu?"Tanya Ryn
"Anak Mam dan Dad lah"Jawab Mark
"Perasaan Mam dan Dad gak kaya gitu deh"
"Mungkin dulu Mam kaya gini. Tapi sekarang udah enggak"
Yoona yang mendengar langsung menoleh kebelakang dan mengepalkan tangannya seperti ingin memukul orang,
"Heh, jangan asal ngomong kamu Mark!"Sahut Yoona.
Mark tertawa diikuti dengan Wisnu dan kedua kakaknya. Sedangkan Yoona memanyunkan bibirnya kesal, anaknya memang ingin di coret dari kartu keluarga.
"Kamu dulu kaya gitu"Kali ini Wisnu ikut - ikutan untuk membuat istrinya kesal.
Menurutnya Yoona akan bertambah lucu ketika kesal, istrinya itu akan mengerucutkan bibirnya.
"Jangan ikut - ikutan deh"sahut Yoona, sambil cemberut karna jadi sasaran kejahilan Mark dan suaminya.
Ketiga anaknya hanya menatap orangtuanya dengan tertawa dan juga bahagia. Melihat orangtuanya akur dan mesra seperti itu, lebih baik seperti itu dari pada harus bertengkar dan akhirnya memutuskan untuk pisah. Amit - amit.
"Mark?, David?"Panggil Ryn. Dua cowok itu menoleh ke Ryn dan menatap sambil memasang wajah bertanya.
"Yang sabar. Cari pacar sana"
Mark mendengus kesal mendengar sindiran Ryn.
Sedangkan David hanya mengumpat didalam hati. Mengutuk adiknya itu karena sudah mengejeknya.
"HAHAHA"
Puas banget rasanya Ryn, membalas mereka berdua.
***
Bandara Soekarno-Hatta. Bandara yang terkenal di daerah Jakarta dan sekitarnya. Salah satu Bandara terbesar selain Bandara Halim Perdana Kusuma.
Keluarga Wusnu telah sampai di depan Bandara. Terminal 2, dimana pesawat Ryn, David dan Mark berada. Mereka sekeluarga langsung turun dari mobil karena pesawat akan takeoff beberapa menit lagi.
Tidak lupa juga, Ryn memakai masker hitam yang sering digunakannya. Di Koreapun Ryn sering memakainya, karena debu halus di Korea bisa membuat pernafasan menjadi terganggu.
"Perempuan itu, anak dari Wisnu dan Yoona?"
Sebuah pertanyaan yang keluar dari mulut seseorang wanita yang berdiri tak jauh dari Ryn berdiri. Ingin rasanya Ryn segera naik ke pesawat duluan, agar tidak mendengar ocehan orang - orang.
Mereka sekeluarga langsung berjalan menuju kedalam. Ketiga anak Wisnu membawa kopernya masing - masing, karena sudah terbiasa membawa sendiri tanpa harus di bawakan.
Semua mata menatap keluarga itu. Keluarga yang terkenal dan harmonis, mungkin banyak yang ingin seperti Ryn. Mempunyai keluarga yang harmonis, mempunyai dua saudara kandung lelaki, ganteng lagi.
Mata Ryn membulat lebar ketika melihat Jinyoung berada tidak jauh dari dirinya. Lantas saja Ryn langsung menyenggol lengan David.
"Kenapa Jinyoung ada disini?"Tanya Ryn.
Davidtersenyum tanpa menjawab pertanyaan Ryn.
"Jinyoung ada disini?, kok kamu gak tahu?"Celetuk Mark.
Ryn hanya terdiam tetapi dirinya mendengar ucapan Mark barusan.
Jinyoung menyalami Wisnu dan Yoona, begitu pula dengan David dan Mark. Kalau Minhyun mah udah kenal, lah, si Mark sok kenal banget. Masih gue liatin. Batin Ryn.
Ryn hanya tersenyum dibalik maskernya. Walaupun Jinyoung tidak bisa melihat senyumnya pasti Jinyoung sudah mengerti.
"Mam. Dad , Mark, dan David kesana sebentar. Kalian ngobrol aja dulu"Ujar Yoona.
Baru saja Ryn ingin menolaknya tetapi Mama dan ketiga anggota keluarga sudah berjalan. Dengan pasrah ia menatap Jinyoung.
"Pake masker?"
Ryn mengangguk
Jinyoung tertawa kecil, "Kenapa?"Tanya Jinyoung. "Takut masuk akun gosip?"Sambungnya.
Ryn hanya terdiam. Mereka berdua sama - sama terdiam, sedangkan para pengunjung yang berada disekitar mereka menatap dua manusia yang terdiam itu.
"Aku tunggu kamu ya"Bisik Jinyoung.
Ryn langsung memukul Jinyoung cukup kencang. Tetapi Jinyoung hanya terkekeh.
"Pesawat Garuda Indonesia, tujuan Korea Selatan akan melakukan takeoff dalam waktu kurang dari 15 menit lagi. Untuk para penumpang diharapkan untuk segara memasuki pesawat. Terima kasih"
Ryn mengangguk, ia menatap Jinyoung kembali, kali ini ia melepas maskernya. Ralat, bukan melepas hanya saja agak di turunin. Mereka berdua menghampiri Yoona dan Wisnu. Ketiga anak Sehun sudah bersiap untuk masuk kedalam.
Ryn memeluk mamanya dengan erat. Ingin sekali rasanya ia terus bersama Mamanya itu. Yoona, perempuan yang selalu menyayangi dirinya.
"Mam, Ryn berangkat"Ucap Ryn didalam pelukannya.
Yoona mengangguk dan mengelus punggung anak perempuannya itu. Dengan kasih sayang yang tulus.
"David, jaga kedua adik kamu"Suara Wisnu membuat David mengangguk mengerti. Ibu dan anak itu melepaskan pelukannya, kali ini Mark dan David yang memeluk Yoona.
"Belajar yang bener. Mark!"
"Iya Mam"
"David, jaga kedua adik kamu. Dan jaga diri kamu juga" Pinta Mamanya.
"Iya, mam. David berangkat"
Ryn mencium pipi papanya dan tersenyum lebar, "Pa. Jagain mama ya. Jangan diapa - apain!"Ucap Ryn.
"Emang papa mau ngapain?"
"Ya siapa tahu"
Wisnu menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan anaknya itu. Mark dan David tidak lupa berpamitan dengan Jinyoung yang berdiri didekat Ryn. Setelah itu kedua anak Wisnu. Mark dan David masuk terlebih dahulu.
Yoona dan Wisnu juga sudah kembali ke mobilnya dan akan segera pulang.
Ryn menatap Jinyoung, "Titip salam sama Tante Krystal dan Om Sehun"Ujar Ryn.
Jinyoung tersenyum sambil mengangguk.
"Kalau gitu, aku berangkat dulu. Jaga diri kamu ya"Ucap Ryn.
Sebenarnya Ryn sangat gengsi untuk mengucapkan kalimat itu. Tapi ya sudahlah, udah terlanjur.
/Cup/
Sebuah kecupan mendarat di pipi kanan Jinyoung. Ryn langsung berlari menuju dalam tanpa menoleh karena pasti pipi sudah memerah.
Jinyoung terdiam. Rasanya seluruh badannya menjadi kaku. Sulit digerakkan. Tangannya perlahan menyentuh pipinya yang terasa panas...
"Aku dicium?"Batin Jinyoung
****