MALL

1434 Words
Mall adalah suatu tempat yang indah. Sudah seperti surganya bagi para wanita, apalagi ketika banyak tulisan SALE SALE SALE alias OBRAL OBRAL OBRAL disetiap toko. Ditambah saat cowok kalian peka dan langsung membelikan barang yang kalian mau. Ryn harus terbiasa dengan tatapan orang - orang disekitarnya. Karena pasti dirinya akan masuk berita karena berjalan dengan seorang CEO yang terkenal. Plus ganteng. "SEORANG PEREMPUAN YANG DIDUGA ANAK DARI SEORANG KONGLOMERAT DIJODOHKAN DENGAN SEORANG CEO MUDA DARI SALAH SATU PERUSAHAAN TERNAMA" Harus terbiasa dengan semuanya. Kamera, wartawan, pertanyaan - pertanyaan, dan juga ketika Ryn masuk berita di TV. Ya sudahlah anak sultan mah bebas aja. Rakyat biasa..jadi penonton aja ya.. Bercanda penonton. Ryn melepas sabuk pengamannya karena mobil Jinyoung sudah terparkir di parkiran mall yang berada di salah satu kawasan elite Jakarta. Mall yang cukup terkenal dan cukup ramai. Rasanya jantung Ryn berdetak cepat. Seperti ingin melompat dari atas tebing, dan mati ditempat. Ryn memejamkan matanya sebentar sebelum keluar dari mobil. Dengan keberanian yang dimilikinya. Ryn keluar dari mobil, disusul dengan Jinyoung. Mereka berdua sudah seperti pasangan suami - istri yang sedang berjalan - jalan ke Mall untuk santai. Ryn dan Jinyoung berjalan beriringan masuk kedalam mall. Baru saja mereka masuk semua mata menatap mereka dengan takjub, sudah seperti melihat hantu yang berjalan - jalan ke mall. "Aku yakin, habis ini aku langsung ada di akun lambeturah dan akun gosip"Gumam Ryn. Tetapi Gummannya masih didengar oleh Jinyoung, maka dari itu Jinyoung tersenyum kecil. "Kamu masuk sosmed. Langsung terkenal"Balas Jinyoung. Ryn menoleh dan menatap Jinyoung dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Mereka berjalan menuju restauran. Karena tadi didalam mobil, perut Ryn kembali lapar. Mungkin kalau banyak yang bilang Ryn itu mempunyai badan yang langsing, tetapi makannya sangat rakus. Semua hasil makanan yang dimakannya berada di pipinya yang cubby/gembil. ***** Sebelumnya ketika di mobil. "Jinyoung?"Panggil Ryn. Jinyoung dan Ryn berada di dalam mobil, mereka akan pergi ke Mall karena permintaan Ryn tadi. Katanya sich ingin jalan - jalan sambil menghirup udara, maksudnya menghirup udara didalam mall. "Kenapa?" Ryn menatap Jinyoung sebentar sebelum berbicara kembali. "Aku laper deh, jadi nanti kita restauran dulu ya" Pinta Ryn. Jinyoung yang mendengar lantas menoleh tetapi hanya sebentar. Ia kembali fokus, "Lapar?" "Iya" Jinyoung menggeleng, "Kamu makanan mulu, tapi badan kamu kecil"Ucap Jinyoung. Ryn mengangguk - angguk, walaupun dirinya mengangguk pasti Jinyoung melihatnya walaupun matanya fokus ke depan. "Karena semua makanan yang aku makan, akan ke pipi"Balas Ryn. Ketika lampu merah mobil Jinyoung berhenti. Jinyoung menoleh dan menatap Ryn. Jinyoung tersenyum sambil mengangguk. Benar juga, pipi dan badannya sangat berbeda. **** Yuk ah kita balik lagi kecerita setelah mereka di dalam Mall. Mereka berdua masuk ke restauran yang cukup terkenal. Biasanya restaurant ini selalu ada di setiap mall, gak semua mall juga sich. "Kamu mau apa?"Tanya Ryn. Jinyoung menatap menu yang berada di papan, kalian tahu gak biasanya kalau restauran besar di dekat pintu masuk atau dekat kasir tuh ada papan yang daftar menu makanan yang mereka punya?. "Aku paket 2" Ryn mengangguk dan berbicara kepada sang kasir. Sang kasir tadinya dibuat terkejut karena dua manusia yang berada didepannya, ralat, hanya terkejut karena Jinyoung. Bukan Ryn, karena Ryn belum terkenal dan belum ada yang tahu. Siapa coba yang gak terkejut?, seorang CEO perusahan besar berdiri didepannya. Sang kasir mengangguk. Ryn yang melihat kegugupan sang kasir hanya terkekeh pelan, apa Jinyoung sudah seperti hantu ya?. Jinyoung mengeluarkan dompetnya. Dan ia mengambil kartu kreditnya lalu memberikan kepada Ryn. Ryn mengangguk, walaupun merasa tidak enak karena terus - terusan harus memakai uang Jinyoung. "Terimakasih" Ucap Ryn kepada kasir tadi. Mereka berdua berjalan menuju meja yang kosong. Lagi - lagi beberapa tatapan mata pengunjung beralih kepada mereka berdua. Ryn berjalan santai begitu pula dengan Jinyoung, "Aku berasa jalan sama makhluk aneh"Celetuk Ryn ketika mereka duduk dibangku yang berada di pojok. Jinyoung tertawa pelan. Mungkin Ryn merasakan risih ketika ditatap banyak orang. Mereka menikmati makanan masing - masing. Suasana hening karena mereka fokus makan tanpa berbicara sedikit pun, sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Tata cara makan yang benar. Ryn tersenyum lebar karena perutnya telah terisi, dan dia siap untuk berjalan - jalan keliling mall ini. "Muka kamu lebih Korea ya?"Ujar Ryn. Jinyoung menatap Ryn, "kamu gak liat papaku?"Balas Jinyoung. Ryn berfikir sebentar mengingat wajah Park Sehun. "Ah iya" "Pernah tinggal di Korea?"Tanya Ryn. "Pernah" "Berapa tahun?" "5 tahun" Ryn mengangguk takjub. Ternyata Jinyoung pernah berada di Korea sudah cukup lama, berarti tidak masalah kalau Jinyoung akan pergi ke Korea. "Kamu?"Kali ini giliran Jinyoung bertanya. Ryn menatap wajah Jinyoung. "Aku lahir di sana"Jawab Ryn. Jinyoung mengangguk, "David? Mark?"Tanya Jinyoung. "Kalau David sama dengan aku. Sedangkan Mark, dia baru 3 tahun"Jelas Ryn. "Tapi kok Mark mukanya agak bule?" Tanya Jinyoung Nah. Ryn benar pasti orang yang belum mengenal Mark akan bertanya, kenapa Mark mempunyai wajah ke Bule-bulean. Eh tapi tunggu, bukannya Mark terkenal?. "Dia lahir di Canada". "Bisa jadi kena aura orang Canada". Jawab Ryn sambil tertawa. Jinyoung mengangguk. Setelah berbincang mereka beranjak untuk keluar dari restaurant. Mereka berjalan beriringan kembali, untung saja Ryn tidak memakai high heels yang terlalu tinggi. Bisa - bisa ketika berjalan Ryn akan lebih tinggi dari pada Jinyoung. Pasti sudah seperti kakak - adik. Ryn menunjuk sebuah toko brand bertulisan FOREVER 21 brand yang cukup terkenal di setiap negara. Biasanya F21 hanya khusus untuk perempuan saja. "Kesitu sebentar. Aku mau lihat"Ucap Ryn. Jinyoung mengangguk, dan mereka berjalan menuju F21, lalu masuk kedalam. Baru saja masuk, mata Ryn menatap sebuah baju yang menurutnya bagus dan cocok untuk dirinya. Ryn berjalan mengampiri rak baju itu dan mengambilnya. "Bagus gak?" Jinyoung melihat baju yang dipegang Ryn, dan mengangguk, "Tapi, terlalu terbuka"Sambungnya. Ryn menatap Jinyoung dengan kesal, sudah senang - senang dan fix membeli eh dibilang terlalu terbuka. "Kamu tunggu disini. Aku ke dalam dulu"Pinta Ryn agar tidak dikomentari oleh Jinyoung. Bisa - bisa ia akan membeli baju yang panjang dan tertutup. Jinyoung mengangguk aja. Ryn berjalan semakin masuk kedalam. Sedangkan Jinyoung hanya melihat - lihat berbagai model baju yang berada di rak. Ryn, cewek itu sudah mengambil 2 baju yang berada ditangannya. Tanpa mencoba, ia langsung menuju kasir agar langsung membayarmya dan bisa berjalan - jalan kembali. "Totalnya jadi 600ribu" Sang kasir berucap. Ryn mengeluarkan uangnya. Ini uang milik dirinya dari papanya ataupun mamanya, karena Ryn sudah menabung sejak lama jadi uang tabungannya bisa digunakan sendiri. "Terimakasih" Ryn berjalan kembali menghampiri Jinyoung yang tadi ia suruh tunggu. Ryn menyenggol lengan Jinyoung. "Ayo" Jinyoung mengangguk, "Mau kemana lagi?"Tanya Jinyoung ketika mereka berdua berada didepan toko. Ryn melirik jam tangannya, ternyata sudah pukul 5 sore. Dan Ryn belum merapikan barang - barang yang akan dibawanya besok. Lebih baik ia pulang dan merapikan barang - barangnya. "Pulang aja deh" "Ok" *** Mobil Jinyoung melaju di jalan yang cukup padat. Sedangkan Ryn sudah tertidur di sampingnya, ketika mobilnya berhenti, Jinyoung lantas menoleh ketika tidak mendengar ocehan Ryn. Jinyoung tersenyum sambil merapikan rambut Ryn yang menutupi wajah Ryn. Dengan pelan - pelan agar tidur Ryn tidak terganggu. Lampu lalu lintas sudah hijau kembali. Jinyoung menginjak gas mobilnya saat mobil didepannya berjalan. Jinyoung fokus ke jalan. Jinyoung memasuki perumahan rumah Ryn. Ia membelokan stirnya untuk sampai di Blok C. Dimana rumah Ryn berada. Jinyoung mematikan mobilnya saat sudah berada di depan perkarangan rumah Ryn. Ia turun untuk memutari mobilnya dan mengangkat Ryn yang masih tertidur. Jinyoung menggendong tubuh ringan Ryn. Dengan hati - hati, ditangan membawa tas dan plastik yang berisikan baju yang tadi beli Ryn. Jinyoung berjalan menuju pintu rumah Ryn. /ting - tong/ Jinyoung menunggu pintu dibuka. Tidak mungkin kan ia langsung masuk begitu saja, bisa - bisa ia dijuluki Calon Mantu kurang ajar. Yoona membukakan pintu, kaget melihat Ryn dalam gendongan Jinyoung. "Ryn tidur?"Tanya Yoona sambil menyuruh masuk Jinyoung. "Iya Tante" "Kamu ke lantai atas. Kamar Ryn ada disebelah kanan pojok"Ucap Yoona. Jinyoung mengangguk dan berjalan menaiki tangga untuk sampai di kamar Ryn. *** KAMAR RYN Begitulah tulisan yang berada didepan pintu putih kamar Ryn. Jinyoung tersenyum kecil dan membuka pintu kamar Ryn. Ia menaruh Ryn diatas kasur. Dan menaruh tas milik Ryn di laci kecil sebelah kasur, tidak lupa dengan plastik belanjaanya yang ia letakkan di lantai bawah. Jinyoung menyelimuti tubuh Ryn dan keluar dari kamar. Jinyoung turun ke lantai bawah. Di sana Yoona masih asik menonton tv yang berada di ruang tengah, Jinyoung menghampiri calon mertuanya itu. "Tante, say ijin pulang"Ucap Jinyoung. Yoona berdiri dan tersenyum, "Terimakasih sudah anter Ryn. Maaf kalau Ryn merepotkan kamu"Ucap Yoona sambil menepuk pundak Jinyoung. Jinyoung tersenyum, "Iya tante. Ryn nggak ngerepotin kok"Balas Jinyoung. Yoona mengangguk. Dan Jinyoung menyalami tangan Yoona kemudian pamit pulang. Tetapi Jinyoung tidak langsung pulang kerumah. Melainkan harus ke kembali kantor lagi, karena ada yang harus diselesaikan sekarang. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD