Seluruh mata tertuju kepada pemilik tangan yang berani menghentikan tangan pria itu, tangan yang begitu mungkil yang mampu menahan tangan pria yang memiliki tubuh besar dan kekar. dengan tenang, pemilik tangan itu berjalan hingga ia berhadapan dengan pria itu, dengan senyum yang tersungging di bibirnya, ia melemparkan tangan pria itu dengan kasar tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pria itu terkejut, ia menatap siapa yang menahan tangannya. Lagi-lagi ia memperhatikannya namun sedikitpun ia tak mengenalinya, membuat pria itu merasa takut dan panik. "Berhenti berbuat kasar kepada wanita, bodoh. Apa kau tidak di ajarkan untuk bersikap lembut terhadap wanita? Apa kau lupa kalau ibu mu juga adalah wanita?" ucapnya. "Aduh Akira, ngapain dia ke atas sana? Yang ada dia yang a

