Dua puluh delapan

1204 Words

Sarwan menatap Rian dengan tatapan menantang, meski sebenarnya ia memiliki rasa takut, ia mencoba untuk menyembunyikannya supaya tidak terlihat oleh orang banyak.Senyum tersungging di bibir Rian, ia benar-benar ingin tertawa melihat ekpresi Sarwan yang sedang ketakutan. Bagaimanapun Sarwan mencoba untuk menyembunyikannya, namun Rian adalah pria yang gampang di bohongi. Dengan kemampuanya yang bisa mengetahui perasaan seseorang hanya dengan melihat raut wajahnya saja, Rian tahu betul kalau saat ini Sarwan sedang ketakutan. Rian ingin langsung menyelesaikan masalah ini, namun melihat wajah yang menutupi rasa takutnya itu, Rian masih ingin melihat sejauh mana Sarwan bisa bertahan. "Lihat wajah itu, dia benar-benar tidak memiliki rasa takut akan apa yang telah terjadi, benar-benar membuat ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD