"Kamu marah?" Setelah diam beberapa saat aku akhirnya mendengar pertanyaan itu juga dari mulut Julian. Ingin saja aku tidak menjawab pertanyaan yang tentu saja sudah dia tahu jawabannya, tapi aku akan terkesan sangat keras kepala kalau sampai aku tidak menjawabnya. Lagian aku juga butuh penjelasan atas segala idenya untuk memasukkan aku menjadi rekan kerja. Aku menatap Julian sebentar dan kembali menatap jalanan yang cukup lenggang di sore hari. "Jika aku bila tidak maka sudah pasti itu kebohongan. Jadi kamu tahu jawabannya." Suara kekehan Julian membuat aku menatap laki-laki itu dengan bertanya. Julian menggeleng, mendapat tatapan tajam dariku, langsung berdehem untuk menghilangkan suara tawa yang memang akan sangat mengganggu buatku. "Jadi kamu mau menjelaskan?" "Sepertinya semua sud

