Sam memandangi istrinya yang sedang terlelap nyenyak, ia tersenyum sendiri sedari tadi. Dia juga tidak bosan, padahal sudah sepuluh menit berlalu. Tangannya mengelusi pelan pipi bulat milil Dina, yang kakan ia gunakan untuk bantal kepalaj Dina. Hah, mengingat hal yang ia lakukan pada Dina tadi. Ia terkekeh geli, akibat taruhan novel kemarin siang. Terbukti, novel pilihannya pemenangnya. Bahkan Dina sampai menangis saking menyentuhnya cerita itu. Dan, ya. Sam lah pemenangnya. Maka dari itu ia eharian ini ia memonopoli Dina di atas kasur. Tidak membiarkan Dina beranjak sedikitpun. Em, sepertinya ini terlalu bersemangat. Sampai membuat Dina kelelahan dan merengek manja meminta berhenti. Ah, inilah hal licik yang ada di dalam otak Sam ketika memberikan tantangan itu. Benar-benar! Dina ter

