SaD–19 Mataku sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, malam semakin larut, tapi barang hidung Mas Sam belum juga terlihat. Padahal jam sudah hampir jam dua belas, apa Mas Sam lembur? Aku sengaja menunggu karena khawatir, tidak biasanya Mas Sam belum pulang di jam segini. Kalaupun lembur, biasanya hanya samapai jam sembilan malam. Hari ini adalah hari ke enam setelah kepulanganku dan Mas Sam dari liburan lima hari kami yang sangat mengesankan. Sehari setelah liburan Mas Sam langsung pergi ke kantor. Aku seperti biasa, beres-beres rumah. Tapi tidak secapek dulu, karena Mas Sam memaksaku untuk menerima jasa pembantu di rumah. Setelah dipikir-pikir paksaan Mas Sam benar juga. Aku lebih santai dalam mengerjakan pekerjaan rumah karena sudah ada yang membantu. Meskipun Bi Inah dan Bi Tari–pemba

