"Sebenarnya ada apa sih? Aku kok dari kemarin tanya ke orang-orang tapi diabaikan aja?" Gaishan terlihat agak dongkol ketika bertanya ke arah sang adik, Ghifan. Ghifan melirik kakak kembarnya dan menaikan bahu tanda tak tahu. "Jangan ungkit masalah ini lagi, kakek Agri yang bilang, biarkan Ibas cari tahu sendiri apa yang dia inginkan," Gaishan membuka lebar lubang hidungnya. "Aku udah senang dengar Ibas mau nikah, tapi tiba-tiba batal, dan ini nggak jelas batal nikah karena apa," Gaishan cemberut. "Lalu Atika bagaimana?" Gaishan melihat ke arah Ghifan. Ghifan menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu," "Am..." Gaishan bertongka dagu. °°° "Mas," Jihan memanggil suaminya. Farel menoleh ke arah Jihan. "Mau ke mana? Ini awal banget," Jihan melirik ke arah jam dinding di ruang makan.

