Part 22

1919 Words

Nibras dan Atika masuk ke mobil, waktu menunjukan pukul tujuh malam, Atika harus kembali ke rumah utama Nabhan untuk menyapa nenek Lia dan mengambil kembali gerobaknya yang dia tinggalkan disana. "Lucu banget yah Chana," ujar Atika sambil tersenyum geli. Dia menyukai gadis kecil yang berumur satu tahun itu. Nibras mengangguk. "Ya, dia sangat lucu dan manis," "Um, suaminya kak Popy orang luar ternyata, jadi anaknya juga bagus, matanya Chana warna biru, cantik, apalagi pipinya yang chubby itu, uh! Bikin gemes." Ujar Atika gemas. Nibras tersenyum. "Ya," Nibras mulai menginjak gas mobil dan mobil itu mulai melaju ke luar dari gerbang kediaman Basri. "Kita balik ke rumahku dulu, ini baru jam tujuh, mungkin kamu bisa menyapa nenek satu atau dua jam." Ujar Nibras. "Ya, sekalian geroba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD