24 : MISTERI

957 Words

Teriknya siang yang sangat menyengat sudah menunjukkan pukul dua belas siang, petani memilih menepi dipinggir ladang, beristirahat sambil menyantap makanan yang sudah disiapkan istri-istri mereka. Tak lupa Ara juga diajak bergabung bersama mereka, menikmati kebersamaan dengan kesederhanaan. Seperti saat ini dirinya sedang mengunyah nasi di iringi canda tawa dari warga, jangan lupakan keramah tamahan mereka membuat dirinya seperti keluarga sendiri. "Kak Ara." Teriakan nyaring menghentikan Ara yang sedang akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Disana dua orang yang dari tadi ia cari-cari akhirnya memunculkan diri, berjalan tergesa diantara tanah-tanah ladang. Ia mendelik pada Aris dan juga Dinda yang membuat telinganya berdengung karena teriakannya, oh jangan lupakan tatapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD