41

1041 Words

Seorang gadis tengah mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat, hal pertama kali yang ia ruangan persegi panjang yang nampak kumuh dan pengap. Napasnya tersengal-sengal akibat ia dengan rakusnya menghirup udara sebanyak-banyaknya, mengernyitkan dahi melihat betapa nahas keadaannya sekarang. Ia menduduki kursi besi yang mulai berkarat, kedua tangannya diikat ke belakang. Mulutnya disumpal seutas kain, ia menghela napas merenungi nasibnya. Ingatannya berputar kembali ke malam hari tadi, ia ingat bahwa seorang pria masuk ke dalam kamarnya. Berusaha membekap mulutnya dengan kain bius, ia sempat berontak tapi aroma bius itu terlebih dulu masuk ke indera penciumannya. "Yu—da." Gumamnya pelan, terdengar seperti rintihan diantara bibirnya yang tersumpal. Ya, gadis itu adalah Ara. Suara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD