Celine menjahit gaun pengantin yang dirusak Alika, menemani Arash yang masih bekerja dengan laptop di ruang depan kontrakan. sesekali dia mengerjap-kerjapkan mata dilawan rasa kantuk yang menyerang setelah makan sepiring spaghetti bersama sang presdir. Tuan muda melihat ini menjadi iba, karena si nona benar-benar menjahit manual gaun itu, lantas juga menemani dia yang masih bekerja. "Auwh!" terdengar pekik pelan sang gadis yang jari tertusuk jarum jahit akibat sibuk melawan kantuk. Arash cepat meraih jari itu yang hendak diemut si nona ke dalam mulut, lantas tangan lain memindahkan gaun berikut jarum yang menempel di gaun ke dalam kotak di lantai. "Arash?!" tukas si nona, "Kenapa gaunnya dipindahin? Aku baru menjahit sedikit." "Jarimu sudah tertusuk jarum seperti ini," sang presdir me

