Vienna menatap mata hijau yang menatapnya dengan penuh harap. Sejak menerima pria itu masuk tadi. Dia sudah tahu akan seperti ini nantinya. Namun membayangkan pria ini kembali menginap di rumahnya, membuat tubuhnya bergidik. Dia takut kalau akan kehilangan kontrol akan tubuhnya seperti kemarin. Hanya dalam sehari saja, pria itu sudah berhasil membuat Vienna mengharapkan ciumannya. "Di motel bisa." Vienna sengaja berkata dengan dingin. Pria itu terlihat kecewa, sangat kecewa bahkan, sehingga saat melihat wajah suaminya yang muram membuat Vienna tak tega. "Letakkan saja di atas tempat tidurku," imbuh Vienna segera mengoreksi ucapannya. Luca langsung tersenyum lebar dan membawa anak yang sudah tertidur pulas itu ke kamar Vienna. Saat Luca menggendong Taylor, anak itu mengigau. "Aku tida

