“Sebaiknya kita jangan terburu-buru,” ujar Nicky pelan. Bola mata Lisa membesar saat menyadari kalau Nicky sudah menolaknya. Dia sangat malu. “Aish malu sekali, aku terlalu liar tadi, aku seharusnya tak seperti itu, aku seperti kerasukan!” pikir Lisa malu, dalam hati dia ingin sekali memiliki jurus menghilang. “Maaf, aku sungguh memalukan,” Lisa berdiri dan merapikan gaunnya. Dia menuju dapur dan mengambil air minum. Nicky membetulkan kemejanya dan menyesal telah membuat Lisa malu. Wanita itu langsung terlihat tertutup dan menghindari pandangan matanya. Nicky mengambil napas panjang dan mendekatinya. “Maaf,” ujarnya saat Lisa meliriknya. “Aku yang seharusnya meminta maaf. Aku seperti kuda liar tadi,” desis Lisa teramat malu. Nicky menarik tangannya dan memeluk wanita itu. “Maaf, aku

