Nicky menatap Lisa yang hanya diam saja sepanjang jalan kembali ke rumahnya. Wanita itu ada di sebelahnya tapi jiwanya seperti tertinggal di restoran tadi. Nicky senang Lisa tetap memilih bersama dirinya sekarang tapi, melihatnya kehilangan senyumnya seperti ini, membuat hati Nicky gundah. Mereka sampai di rumah Lisa tanpa wanita itu sadari, sampai akhirnya Nicky harus menepuk pundak Lisa, dia seperti tersadar dari lamunannya dan tersenyum palsu kepada Nicky. Pria itu mendesah dan tersenyum kepadanya. "Sudah sampai." Lisa melihat ke sekelilingnya dan tertawa pelan. "Eh iya sudah sampai." Dia lalu memakai tas kecilnya lalu segera turun dari mobil. Dia berjalan ke arah pintu rumahnya saat tersadar kalau Nicky tidak mengikutinya turun dari mobil. "Nick, kamu tidak turun?" tanya Lisa menat

