Chapter 42

1117 Words

Darren tiba di kediaman Toni dan langsung masuk ke rumah, pria itu memaksakan senyum saat berhadapan dengan Tania. Padahal kebenciannya sangat membumbung tinggi saat mengingat obrolan Tania dengan Raka di telepon kemarin malam. Namun, Darren belum ingin masuk ke permainan inti, dia masih ingin membuka dengan sesuatu yang manis. "Makasih, ya, Mas. Aku kira kamu nggak akan pulang, aku sudah khawatir akan merayakan ulang tahun sendirian," kata Tania. "Aku sudah berjanji, Tan. Tentu aku akan menepatinya," sahut Darren. Tania memeluk tubuh kekar itu, menyandarkan kepala pada d**a bidang Darren. Ia sangat senang, dengan begini dia bisa mendengar detak jantung Darren. Namun, tidak dengan Darren. Pria itu malah semakin geram, tetapi belum mau gegabah. "Aku nggak sabar ingin periksa kandungan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD