"Maafkan aku, Sayang," rintih Tania seraya berusaha menyentuh tangan Darren, tetapi pria itu segera menarik tangannya. "Aku sudah tidak sudi mendengar panggilan menjijikkan itu lagi. Kau juga memanggil Raka dengan panggilan itu, dan aku tidak mau kau menyamakanku dengan selingkuhanmu!" Darren menunjuk tepat di depan wajah Tania, membuat wanita itu semakin merasa sesak. Tania menggeleng dengan bibir bergetar lantaran isak tangis yang terdengar semakin menyayat. Hatinya perih sekali, tidak menyangka semua akan berakhir seperti ini. Darren mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tasnya, kemudian menyerahkan kepada Tania. "Lihat! Aku sudah melakukan tes DNA janinmu, dan hasilnya cocok dengan DNA Raka," bisik Darren. Tania menerima amplop itu, tangannya gemetar membuka amplop berwarna putih

