Bidan Eva datang dan langsung memeriksa Tania, wanita itu baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan janinnya. Membuat Darren geram karena ia merasa dibohongi. "Pikirkan sekali lagi, Nak. Wanita yang hamil tidak boleh dicerai, haram hukumnya. Apa kamu mau mendapatkan azab? Setidaknya tunggu dulu sampai bayinya lahir," ucap Mella. Darren mengurungkan niatnya memarahi Tania, ia kembali fokus pada wanita paruh baya itu. Mella menatapnya tajam, tetapi tidak membuatnya gentar. "Itu kalau Tania hamil anakku, Bu. Tapi dia hamil anaknya Raka, dan aku yakin ibu tahu masalah ini," sahut Darren. "Apa ...?!" teriak Toni yang baru saja masuk kamar Tania. Toni baru saja pulang dari rumah rekannya, melihat Bidan Eva keluar dari kamar Tania tentu membuatnya khawatir. Namun, tak menyangka kalau ia

