Chapter 45

1049 Words

Darren menghela napas lirih, kakinya maju beberapa langkah dan membawa Tania ke dalam pelukannya. Wanita itu langsung melingkarkan tangannya pada perut Darren, air mata kembali menetes saat menghirup aroma parfum maskulin yang menjadi favoritnya. Ini terkahir kalinya ia bisa memeluk tubuh kekar itu, membuat perasaannya tiba-tiba sakit. Tania memang berselingkuh, tetapi apakah seorang istri tidak sakit saat berpisah dengan suaminya? Tentu Tania merasa nelangsa. "Jaga diri baik-baik, Tan. Untukmu dan anak yang kau kandung, semoga kalian selalu dalam lindungan Tuhan," bisik Darren. Tangannya membelai rambut Tania, menenangkan isak tangis wanita itu dalam bekapan dadanya. Toni dan Mella turut meneteskan air mata mereka. Namun, berbeda, kalau Toni menangis meratapi keluarganya yang hancur,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD