Chapter 47

1046 Words

Darren tiba di rumah sakit dan langsung berlari menuju UGD, terlihat Renaldy dan Ara duduk di kursi tunggu. "Ren," panggil Darren. Renaldy mengangkat kepala, lantas bangkit dan menepuk bahu sahabatnya dengan pelan. "Dokter belum keluar, sebaiknya kamu duduk dulu," kata Reinaldy. Darren menggeleng, kakinya melangkah mendekat ke pintu. Netra elang itu mengintip dari kaca kecil yang ada di pintu, hatinya semakin sesak melihat Nadia terbaring tak berdaya di ranjang pesakitan. Renaldy sudah menyuruh untuk duduk, tetapi mana bisa Darren tenang kalau Nadia sedang mempertaruhkan nyawa? "Apa aku meninggalkanmu terlalu lama, Nad? Seharusnya aku melihat senyummu saat kembali ke sini, tapi malah melihat tubuhmu penuh perban," batin pria itu. Tidak peduli sudah berapa menit jarum jam berputar,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD