Chapter 48

1044 Words

"Kak Darren," bisik Nadia. Darren langsung berlari menghambur ke ranjang, tangannya mengelus lembut rambut hitam Nadia. Mata elangnya menyiratkan kekhawatiran, cukup lama ia bertatapan dengan Nadia. "Kakiku sakit, Kak. Nggak bisa digerakin," ucap gadis itu dengan suara yang sangat lirih. Darren bingung harus menjawab apa, takut Nadia akan kecewa mendapati kakinya patah. "Aku panggilkan Dokter, ya." Darren memencet tombol khusus yang terletak di sisi ranjang, tidak lama kemudian Dokter dan perawat masuk. Dokter langsung memeriksa kondisi Nadia, seutas senyum tipis terbit di bibir yang membuat Darren penasaran. "Bagaimana kondisi Nadia, Dok? Apa sudah membaik?" tanya pria tampan itu. "Syukurlah, Pak. Semuanya sudah baik, tinggal kita lakukan operasi saja." "Operasi?" timpal Nadia.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD