Sebuah Siasat

1139 Words

"Jangan menganggap dirimu sebagai tempat pelampiasanku karena merindukan istriku." 'Karena kau memang istriku.' "Lalu, apa yang harus ku percaya?" "Bahwa aku memang benar-benar menginginkamu, meskipun kau hanya sekedar membutuhkanku untuk kepuasan hasratmu." **** "Dimana anakmu sekarang?" tanya Scarlett ditengah aktivitasnya mengompres luka memar di bagian punggung Chris. "Bersama Emma, mungkin Rachel. Aku tidak tahu." "Akhh... Pelan-pelan, nona." ringis Chris saat dirasa Scarlett menekan lukanya terlalu kuat. Entah kenapa, Chris merasa wanita itu sengaja melakukannya. Scarlett mendengus, lalu membasahi kembali kain handuk di tangannya, "Jangan sebut nama itu saat bersamaku." Chris bertanya heran, "Siapa? Rach- akhh!!" Untuk kedua kalinya Scarlett menekan memar itu dengan kuat, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD